#YourStory – Inilah Yang Kurasakan Setelah Depresi

Depresi merupakan kondisi dimana seseorang merasakan kehampaan secara berlarut dan berangsur lama. Berbeda dengan galau, stress, atau frustasi dimana penderitanya masih merasakan sedih dan perasaan emosional lainnya. Keadaan ini membuat seseorang merasa kehilangan gairah hidup, tertekan dan ketakutan luar biasa, perasaan hampa dan rasa putus asa yang terus menerus mendera.

“Penyakit Depresi”, begitulah aku menyebut, merupakan penyakit yang seperti masuk angin pada umumnya, dapat disembuhkan. Depresi marak terjadi tidak hanya pada kalangan orang dewasa namun juga remaja.

”Tekanan, rasa takut, dan kesedihan ada tidak untuk menghancurkanmu, sadarilah bahwa itu bentuk kepercayaan tuhan bahwa kamu lebih kuat dari yang kamu pernah bayangkan.”

Aku akan membagikan beberapa tips dari pengalamanku saat depresi:

Cari penyebab utama depresi

Seperti penyakit pada umumnya, carilah penyebab dari rasa sakit itu sendiri. Entah apa yang sedang Anda alami saat ini — peristiwa kehilangan seseorang yang Anda cintai, perubahan-perubahan yang Anda tidak suka namun harus Anda alami, atau seperti yang saya alami: keterlaluan dalam berfikir atas hari esok atau lainnya.

Coba carilah dulu sumber utamanya.

Yakinlah depresi dapat disembuhkan

Gejala sakit fisik sedikit banyak dapat mempengaruhi mental. Namum pada penderita depresi, yang terjadi justru berkebalikan. Gangguan pada psikis seseorang akan berpengaruh banyak pada kondisi fisik. Seseorang yang depresi akan merasa lemah, kehilangan fokus, menjadi pelupa, serta cepat lelah dalam beraktivitas.

Oke, maka di poin primer selanjutnya adalah Anda harus percaya bahwa Anda pasti sembuh. Hal ini penting! Karena sebanyak apapun usaha jika tidak ada rasa percaya, maka tidak akan ada kesembuhan.

Dalam hal ini perlu digaris bawahi bahwa kepercayaan itu letaknya di hati bukan di pikiran. Orang depresi biasanya juga mengalami kecemasan berlebihan, dan hal ini akan menjadikan penderitanya cenderung skeptis atau susah percaya pada sesuatu.

Ayo, percaya pada kesembuhanmu!

Photo by Geetanjal Khanna on Unsplash

Dan hakikatnya kita memang tidak benar-benar memiliki

Pada poin ini saya ingin berterus terang saja bahwa seberapapun Anda kehilangan, ketidaktercapainya keinginan Anda, atau seberat apapun kesalahan dan masa lalu Anda, sejatinya kita memang tidak benar-benar memiliki sesuatu atau sederhananya kita memang tidak punya apa-apa.

Kesadaran seperti ini disetujui atau tidak, memang perlu saya sampaikan karena penderita depresi biasanya erat kaitannya dengan ketidakrelaan atas sesuatu yang terjadi dalam hidupnya, entah bagaimanapun bentuknya.

Maka cobalah untuk merelakan dan ikhlaskan apa yang ada di hidup Anda, syukuri, dan berhenti melihat kenikmatan yang orang lain miliki.

Anda merasa hampa? Wajar, dan seperti sakit-sakit lain yang sementara: semuanya akan berubah

Sepengalaman saya dulu, masih saya ingat betul bahwa saya pernah merasa benar-benar hampa, kosong dan hilang gairah hidup. Diliputi rasa minder luar biasa, merasa gagal sebagai manusia.

Namun jangan biarkan hal tersebut terus menerus larut dan menghantui Anda. Cobalah menghibur diri, cobalah tarik nafas panjang dan katakan “Saya yakin satu jam dari sekarang saya akan merasa lebih baik”

Saya tau Anda cemas tapi cukup jangan dipercemas; Saya tau Anda sedih tapi cukup jangan dipersedih

Kalau Anda sedang merasa demikian maka percayalah: Anda tidak sendiri.

Sayapun pernah merasa demikian, namun dalam prosesnya saya mencoba untuk tidak mempercemas dan larut dalam kesedihan saya.

Ya memang ada baiknya untuk sesekali menangis guna melepaskan emosi namun jika terus menerus dituruti akan menjadi tidak baik dan destruktif pada kejiwaan Anda.

Photo by Christopher Burns on Unsplash

Beraktivitas fisik

Aktivitas fisik penting karena membantu Anda melepaskan zat dalam otak juga hal negatif dalam tubuh. Anda akan menjadi lebih rileks dan sehat. Jika Anda merasa terlalu lelah cobalah untuk tetap tersentuh sinar matahari utamanya di pagi hari.

Berhenti mengatakan Anda baik-baik saja!

Mulailah jujur pada diri sendiri, utarakan keluhan Anda dengan orang-orang terdekat Anda, jalinlah interaksi sosial yang apa adanya.

Kurangi berprasangka buruk pada hari esok

Ketakutan akan hari esok tidak akan menghentikan esok hari untuk terjadi. Berhenti berprasangka buruk atas esok, mulailah percaya bahwa ada hal baik esok. Dan Anda akan menikmatinya.

Bertemulah dengan anak kecil

Ada kelegaan, kebahagiaan, dan hiburan ketika saya melihat anak kecil. Pola lucu mereka, kepolosan, dan kejujurannya untuk sejenak mampu mengalihkan pikiran saya.

Hal ini mungkin perlu Anda coba. Sesekali berinteraksilah dengan mereka. Kalau tidak ada anak kecil di sekitar Anda, carilah mereka di dalam diri Anda. Atau bisa juga temui mereka di ponsel anda.

Daripada membayangkan lingkaran luar yang menggiurkan lebih baik syukuri kenikmatan di lingkaran kamu saat ini dan optimalkan

Apapun yang detik ini ada di hidup Anda nikmati dan syukurilah. Berdoalah untuk yang lebih baik, dan nikmatilah apapun yang ada di hidup Anda karena percayalah masih ada orang-orang yang keadaannya jauh dibawah Anda.

Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain; Anda diciptakan Tuhan tidak untuk menjadi orang lain

Kalau Anda depresi karena merasa iri bahwa ada orang lain yang kondisinya lebih beruntung, maka mulai saat ini berhentilah membanding-bandingkan.

Orang lain diciptakan dengan kelebih-kurangan masing-masing dan Anda pun demikian juga diciptakan dengan keistimewaan yang orang lain tidak miliki.

Puasa

Ada sebuah artikel penelitian yang saya pribadi pernah membuktikan bahwa puasa mampu meredam kecemasan-kecemasan pikiran dan depresi, cobalah.

Photo by Erwan Hesry on Unsplash

BERHENTI MENGATAKAN BAHWA ANDA DEPRESI

Dalam perjalanan hidup ini mau tidak mau manusia akan diuji dengan macam-macam problematik hidup. Stress, frustrasi, sedikit kecemasan merupakan awan kehidupan yang tak dapat dihindari.

Berhentilah mengatakan “ Saya depresi”. Anda dan saya adalah langit tak terbatas dan beberapa awan pasti akan datang dan berlalu namun langit tetaplah langit dan selamanya tidak akan berubah menjadi awan. Tetaplah menjadi langit dan percayalah segelap apapun awan pasti akan berlalu.

Jangan percaya dengan kabar yang mengatakan bahwa penderita depresi akan berpotensi berulang.

Saya saat ini lebih percaya dengan diri saya sendiri bahwa apapun hal yang menimpa kita saat ini, selama kita percaya bahwa hal tersebut dapat sembuh dengan total maka demikianlah yang akan terjadi.

Buanglah hal-hal buruk dan tidak berguna di hidup Anda, pertahankan hal baik dan berhentilah sejenak dalam berfikir lalu lebih percayalah Anda akan berhasil dan melewati fase ini, kemudian bersiaplah untuk bertemu dengan pribadi baru Anda yang lebih kuat dan matang.

Ditulis oleh Aham Ahmad

Riliv membuka kesempatan bagi pembaca untuk berbagi cerita seputar pengalaman kesehatan mental. Kirimkan tulisanmu dalam file Word ke story@riliv.co dengan subjek “#YOURSTORY – Judul – Nama”. Silakan menggunakan nama samaran bila berkenan.

Tanda Terlalu Lama Tidur: Mudah Lupa Hingga Nambah Berat Badan!

Apa benar, tanda terlalu lama tidur adalah mudah lupa, bahkan berat badan bertambah? Berbaring di kasur, leyeh-leyeh, merupakan kegiatan yang…

10 hours ago

Hari Kesetaraan Sosial Dunia: Menghargai Perspektif Orang Lain!

Selamat Hari Kesetaraan Sosial Dunia, hari di mana semua orang memiliki status yang sama. Ada beberapa situasi untuk menggambarkan apa yang dimaksud kesetaraan, alias…

24 hours ago

7 Akibat Putusnya Perkawinan: Meningkatkan Kesehatan, lho!

Menjalin hubungan rumah tangga pasti memang tidak pernah lepas dari berbagai persoalan yang terkadang justru membawa kalian pada putusnya pernikahan.…

1 day ago

Overthinking? Tidak Bagus untuk Kesehatan Mentalmu!

Berfikir: satu kata yang selalu dilakukan setiap manusia. Tidak ada yang salah dengan berfikir. Itu hal yang bagus untuk dilakukan.…

2 days ago

(FEATURED) Pacar Tidak Kunjung Melamar, Apakah Putus Solusinya?

Bertahun-tahun menjalin hubungan, terkadang tidak sesuai harapan. Misalnya saja kamu ingin A, sedangkan si dia ingin B. Itu baru sekadar…

3 days ago

Jangan Salah Kaprah, Kenali Beda Cinta dan Obsesi Menurut Psikolog!

Setelah selama ini mengaku sedang jatuh cinta, apakah kalian benar-benar sedang jatuh cinta, bukan terobsesi? Apa kalian tahu perbedaan cinta…

5 days ago