Untukmu Perempuan Fresh Graduate, Ini 3 Catatan Penting Sebelum Berkarir dan Berkeluarga

karir atau keluarga via unsplash.com

Dear, apakah kamu adalah orang yang akan lulus atau sudah lulus kuliah? Apakah kamu memutuskan untuk berkarir atau berkeluarga? Atau justru dilemma antara keduanya? Pilihan untuk berkarir dan berkeluarga memang seringkali dianggap tak bisa berdampingan, tapi nyatanya banyak yang mampu melakukan keduanya sekaligus, lho.

Fenomena istri bekerja sudah tidak asing di Indonesia.  Hal ini disebabkan krisis ekonomi yang melanda sehingga bekerja mampu menambah penghasilan keluarga. Tak jarang, alasan perempuan bekerja juga sebagai bentuk aktualisasi diri. Namun bukannya tanpa risiko, dear: Berkarir atau bekerja yang disebabakan faktor ketidakpuasan finansial terhadap suami serta stress yang muncul karena berkarir dapat memicu perceraian. Beberapa wanita yang ternyata memiliki penghasilan lebih besar daripada suaminya juga akan menimbulkan dampak psikologis dalam kehidupan berumah tangga.

Eits jangan khawatir, Riliv akan membantumu memahami risiko ketika perempuan berkarir sekaligus bekerja serta bagaimana menjalaninya dengan baik.

Komunikasi efektif antar pasangan dan anak agar saling memahami kondisi satu sama lain
Berkarir dan berkeluarga
Menjaga komunikasi penting dilakukan agar tidak mengganggu karir maupun keluarga

Dear, sudahkah kamu melakukan komunikasi yang efektif baik kepada keluarga, pasangan, dan teman? Komunikasi efektif terjadi bila pihak yang menyampaikan pesan berusaha agar pikiran atau perasaannya mudah dimengerti. Di sisi lain, pihak yang mendengar juga harus berusaha memperhatikan agar mudah memahami apa yang sedang disampaikan.

Begitu pula dalam perkawinan. Konsepnya adalah saling memahami pesan yang hendak disampaikan pasangan maupun anak. Kita perlu menilai masalah yang terjadi dalam keluarga secara objektif tanpa terpengaruh rasa lelah atau stres yang semakin besar dengan berkarir. Toleransi kepada pasangan juga perlu dilakukan. Kamu bisa sepakat dengan pasangan tentang berkomitmen untuk saling menerima, memberi, serta tolong menolong dalam urusan rumah tangga. Jangan lupa untuk saling memberi kepercayaan bagi siapapun yang berkarir, ya.

Kesepakatan pendapatan agar tidak terjadi perselisihan serta pengelolaan keuangan yang baik
Berkarir dan berkeluarga
Buatlah kesepakatan tentang penghasilan kalian

Kamu dan pasangan perlu membicarakan tentang kesepakatan akan pendapatan yang dimiliki. Salah satu caranya adalah menjumlahkan pengahasilan suami dan istri baru kemudian dikurang pengeluaran. Kebanyakan pasangan tidak membicarakan ini, dear. Pasangan cenderung menganggap uangku ya uangku, uangmu ya uangmu, padahal seharusnya baik uangmu maupun uangku itu adalah uang keluarga kita. So, dear, jangan menganggap hal ini tabu dan mulailah membuat kesepakatan dengan pasanganmu.

Mengelola stres agar mampu menyeimbangkan kebutuhan berkarir dan berkeluarga
Berkarir dan berkeluarga
Pentingnya mengelola stress agar tidak mengganggu kehidupan berkarir atau berkeluarga

Mengelola stress adalah keahlian yang kamu butuhkan, dear. Yakinlah bahwa semua masalah dengan sabar. Kamu bisa mulai mengelola stress dengan relaksasi sederhana seperti mereganggakan seluruh tubuh dan mengatur peranafasan. Meditasi atau ritual ibadah juga dapat menjadi sarana mengelola stress yang baik untuk kamu coba, dear.

Terakhir, catatan ini hanya sedikit catatan, dibandingkan banyaknya catatan lain ya dear, kamu bisa mengeksplorasi lebih lanjut mengenai topik ini jika masih kurang jelas. Selamat mencoba untuk berkarir dan berkeluarga, Dear.

Referensi

  1. Effective Communication. (tt.). Communication Theory [on-line]. Dipetik pada tanggal 9 Januari 2017 dari http://communicationtheory.org/effective-communication/
  2. Hardiyati, A. (2015). Saat Penghasilan Istri Lebih Besar daripada Suami. Ummi Online [on-line]. Diakses pada tanggal 24 November 2016 dari http://www.ummi-online.com/saat-penghasilan-istri-lebih-besar-daripada-suami.html
  3. Howe, T.R. (2012). Marriages and Families in the 21st Century A Bioecological Approach.  West Sussex: John Wiley & Sons Ltd
  4. Kebanyakan PNS Perempuan di Kabupaten Bandung Gugat Cerai. (2015).Pojoksatu [on-line]. Diakses pada tanggal 24 November 2016 dari http://bandung.pojoksatu.id/read/2015/11/12/kebanyakan-pns-perempuan-di-kabupaten-bandung-gugat-cerai/
  5. Kusuma, E.F. (2016). Gaji Istri Lebih Besar dari Suami Juga Picu Ribuan Perceraian di Jakarta.  Detik [on-line]. Diakses 23 Desember 2016 dari http://news.detik.com/berita/d3348877/gaji-istri-lebih-besar-dari-suami-juga-picu-ribuan-perceraian-di-jakarta
  6. Rachmadani, C. (2013). Strategi Komunikasi dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga mengenai Perbedaan Tingkat Penghasilan di RT.29 Samarinda Seberang. eJournal Ilmu Komunikasi, 2013, 1 (1): 212 – 227 ISSN 0000 – 0000, ejournal.ilkom.or.id ©Copyright  2013

Biodata

.