Pahami 5 Tingkatan Depresi agar Kamu Lebih Siap dalam Melawan Depresi!

Pada faktanya, kondisi penderita depresi akan semakin buruk bila tidak mengetahui hal-hal yang harus dihadapi selama depresi. Nah, tingkatan depresi yang dibuat oleh Daniel Mos yang terinspirasi teori stage of dying dari Kübler-Ross dan pengalamannya selama menderita depresi bisa membuatmu lebih siap dalam melawan depresi. Lantas, apa saja sih tingkatan depresi yang akan kamu lalui?

Penolakan yang diiringi dengan rasa marah akan mendominasi pada tingkat awal

(Photo by Cristian Newman on Unsplash)

Pada tingkat ini, saat kamu baru saja mengetahui bahwa kamu berada dalam bayang-bayang depresi, berbagai perasaan akan bercampur aduk. Rasa marah dan sikap penolakan terhadap fakta bahwa kamu menderita depresi akan menjadi yang paling dominan.

Pertanyaan yang kerap kali muncul pada tingkatan depresi ini adalah “kenapa harus aku yang mengalami depresi?”. Namun sayangnya, tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut, Dear.

Sikap penolakan terhadap depresi yang terus berlanjut membuatmu lebih nyaman mengurung diri dan menghindar dari dunia luar. Itulah mengapa pada tingkat ini kamu cenderung menghabiskan banyak waktu di dalam rumah tanpa melakukan apapun.

Tingkatan depresi yang kedua adalah saat di mana kamu akan merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri

(Photo by Quin Stevenson on Unsplash)

Setelah lelah menampik kenyataan pahit, kamu mulai menyalahkan diri sendiri atas depresi yang menimpa. Tak ayal, pengaruh depresi menjadi semakin kuat dan mengakar pada dirimu yang dimulai dari pengendalian pikiran.

Pada tingkatan depresi yang satu ini, berbagai penyesalan dan ‘andai-andai’ pun muncul di benakmu. Kamu merasa bahwa depresi yang sedang menyerangmu adalah akibat dari keputusan yang salah sehingga kamu berpikir, “mungkin tidak akan ada depresi jika dulu aku…”

Tawar-menawar dengan depresi yang berujung pada pikiran untuk mengakhiri hidup

(Photo by Alexandre Croussette on Unsplash)

Pada tingkatan depresi yang ketiga, sikap menghargai diri sendiri akan memudar dengan menganggap bahwa kamu adalah seseorang yang tidak berguna karena semua yang kamu lakukan hanya sebuah kesalahan dan kegagalan.

Meski demikian, kamu berusaha sangat keras untuk keluar dari belenggu depresi. Kamu seolah sedang bernegosiasi dengan depresi karena bersedia untuk melakukan apapun asalkan bisa terbebas darinya. Namun, justru lelah yang kamu dapatkan dan rasa putus asa datang menghampiri yang berujung pada pikiran untuk mengakhiri hidup.

Depresi terasa sangat panjang dan menyiksa

(Photo by Dmitry Schemelev on Unsplash)

Tingkatan depresi ini akan menjadi yang paling panjang dan menyiksa, bukan hanya untukmu tapi juga untuk orang-orang terdekatmu. Pada tingkat ini, kondisi fisikmu juga akan diserang oleh depresi.

Kamu menjadi mudah lelah dan seolah tidak memiliki hasrat untuk melakukan apapun. Makanan tidak lagi memberi kenikmatan karena bagimu rasanya hambar.

Menurut Daniel, berada pada tingkatan depresi ini hanya meninggalkan memori yang kelam karena hanya ada rasa sedih dan tertekan. Ketika kamu berada pada tingkatan depresi ini, usahakan untuk senantiasa mendengarkan nasihat dari psikolog atau dokter ya, Dear, karena itulah yang paling kamu butuhkan.

Kamu perlahan bisa menerima kenyataan dan lebih bersyukur atas segalanya

(Photo by Toa Heftiba on Unsplash)

Setelah melewati empat tingkatan depresi sebelumnya, kamu akan menyadari hal terpenting yang harus dilakukan, yaitu mengakui bahwa kamu sedang mengalami depresi. Memang susah pada awalnya karena disebut sebagai penderita gangguan kejiwaan mungkin bukan sesuatu yang kamu harapkan.

Pada tingkatan depresi ini kamu berusaha untuk meyakinkan dirimu bahwa apa yang kamu alami bukan sesuatu yang memalukan, bahkan banyak orang hebat yang juga berjuang untuk terbebas dari gangguan kejiwaan, contohnya Charles Darwin melawan OCD dan John Nash melawan skizofrenia.

Kamu pun perlahan menerimanya dengan lapang dada. Meskipun terkadang kamu masih dikuasai oleh depresi, tapi pada tingkatan ini kamu akan lebih menghargai dirimu dan berbagai hal kecil yang terjadi dalam hidup. Tentunya dalam keadaan tersebut, depresi akan segera hilang, Dear!

Berbagai tingkatan depresi di atas mungkin tidak dapat menyembuhkan depresi yang sedang kamu alami. Tapi dengan mengetahuinya, kamu tidak akan kehilangan arah dan lebih siap untuk melalui berbagai rintangan yang tengah menantimu. Jadi, saat ini kamu ada di tingkat yang mana, Dear?

Disadur dari:

  1. https://thoughtcatalog.com/daniel-mos/2013/11/five-stages-of-depression/

Translated and modified by Isti Zharfiesyah Putri. Amazed by the reflection of light on a river.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

2 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago