Categories: Grieving

Survivor Day: Karena Tak Hanya Satu Jiwa yang Tersakiti

Kematian karena bunuh diri menyisakan luka, terutama bagi mereka yang ditinggalkan. Survivor Day hadir setiap tahunnya, untuk memberikan mereka kekuatan.

Tepat hari ini, 17 November 2018, adalah International Survivors of Suicide Loss Day. International Survivors of Suicide Loss Day atau disingkat Survivor Day didekasikan khusus untuk penyintas atau korban yang kehilangan orang terdekatnya karena bunuh diri.

Bunuh diri: tragedi yang menghancurkan banyak jiwa

The ending can be tragic and painful, in the way we never expect (Source: Pixabay from Pexels)

Ketika seseorang tewas akibat bunuh diri, hal tersebut akan berdampak kepada mereka yang ditinggalkannya.  Mulai dari keluarga, teman-teman, tetangga, rekan kerja… mereka adalah survivor atau penyintas.

WHO mencatat, hampir 800 ribu orang tewas akibat bunuh diri tiap tahunnya. Ada lebih dari 800 ribu orang yang menjadi penyintas. Artinya, ada lebih dari 800 ribu jiwa yang membutuhkan bantuan kita.

Tak ada tragedi yang tak sulit untuk diterima

It takes time to accept, and longer time for something so painful (Source: @whoislimos on Unsplash)

“Mengapa ini terjadi?” . “Mengapa saya tidak dapat menghentikannya?”. Rasa bersalah sering menghantui para penyintas, karena orang terdekatnya bunuh diri.

Bagai pil pahit yang harus ditelan, tidak mudah menerima fakta bahwa orang terdekat kita bunuh diri. Jika tidak segera mendapat pertolongan, mereka dapat terjebak dalam duka berkepanjangan.

Stigma: garam yang ditaburkan di atas luka

Don’t add the pain, don’t kill the hope (Source: Maksym Kaharlytskyi from Unsplash)

Stigma akan bunuh diri dapat memperburuk keadaan. Bunuh diri dipandang sebagai hal yang tabu, bahwa orang yang melakukannya dianggap kurang iman.

Hal ini dapat menambah duka yang ada, penyintas pun semakin tertekan. Padahal, dukungan sosial dapat membantu menyembuhkan trauma.

Beratnya menanggung duka, inilah kemungkinan terburuknya

There are so much things to deal with in the hard times (Source: Nik Shuliahin from Unsplash)

Kesehatan mental penyintas yang kehilangan karena bunuh diri terancam. Mereka menjadi rentan mengalami tekanan psikologis. Misalnya saja dengan terjebak rasa bersalah serta terganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Hal ini dapat berujung kepada gangguan psikologis. Beberapa gangguan tersebut contohnya PTSD (Post Traumatic Stress Disorders), depresi, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan juga ide bunuh diri.

Apa yang bisa kita lakukan pada Survivor Day?

Give help, give hope (Souce: @emotional_discord from Pexels)

Ada berbagai cara untuk memberikan bantuan. Hal yang perlu kita ketahui dengan pasti, penyintas tidak boleh merasa sendirian.

Menawarkan bantuan sebelum diminta, berusaha menjadi pendengar yang baik, serta bersabar menghadapi penyintas yang sedang berduka adalah sebagian cara untuk membantu. Kalau menurutmu, apa lagi yang bisa kita lakukan, Dear?

Bunuh diri menghilangkan 1 nyawa, lalu menciptakan banyak luka. Menyelamatkan lebih banyak nyawa adalah misi kita bersama.

Untukmu yang sedang berduka, kami ada untukmu. Terima kasih telah berjuang, mari kita berbagi duka. Tak apa-apa jika belum bisa pulih seketika, beban ini kita tanggung bersama.

Referensi:

  1. https://afsp.org/find-support/ive-lost-someone/survivor-day/
  2. https://www.intothelightid.org/2015/11/21/hari-penyintas-kehilangan-bunuh-diri-sedunia-2015/
  3. https://www.psychologytoday.com/us/blog/two-takes-depression/201311/understanding-survivors-suicide-loss

Annisa’i S. N Amalina. In another life, she may be a lazy cat. But in this kind of life, she is just a girl, currently studying psychology and loves to watch cheesy romantic-comedy movies.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

2 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago