Bagaimana Rasanya Saat Tahu Bahwa Suami Saya Memiliki Hubungan Gelap?

Oke, bagaimana rasanya tahu bahwa selama ini suami saya berhubungan seks dengan orang lain?

Yang pasti, mengerikan. Mengerikan. Mengerikan.

Photo by Juan Pablo Arenas from Pexels

Pembongkaran selama 48 jam telah selesai. Panggilan telepon yang tidak disengaja yang akan ia sesali selamanya. Semua kebohongan. Temuan bahwa ia adalah pengangguran. PENGANGGURAN! Tentu saja dengan semua “perjalanan bisnis” yang ia lakukan. Selama 18 bulan! Temuan dari semua obat-obatannya. Kehidupan ganda. Temuan akan hal-hal yang terus melimpah ruah, layaknya bawang yang sedang dikupas. Pisau saya sudah jauh di dalam. Saya terus bertanya apakah ada hal lainnya tapi ia tetap bersikukuh selama 48 jam berkata bahwa tidak ada yang lainnya. Hidup saya bukanlah seperti yang selama ini saya ketahui. Sama sekali. Saya sangat terpukul.

SANGAT TERPUKUL.

Saya    : “Berikan ponselmu”

Dia       : “Tidak”

Saya    : “Berikan ponselmu!”

Dia       : “Tidak. Tidak bisa.”

Saya    : “Cepat berikan ponselmu!”

Dia       : menarik napas dalam-dalam. “FF, maaf, saya bertemu orang lain.”

Hening. Mencoba mencerna informasi.

Saya    : “Sial! Sial!”

Saya    : “SIAAAAL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! KELUAR!!!!!!!!!!!”

Dia terbangun dari tempat tidur sangat cepat dengan raut wajah yang paling syok dan ketakutan yang luar biasa. Saya tidak pernah berteriak seperti itu. Dia tidak pernah terlihat seperti itu.

Dia meninggalkan ruangan.

“Saya bertemu orang lain?” Apa dia bilang? Sudah berapa lama hal ini terjadi? Setidaknya 18 bulan. 18 bulan  perselingkuhan yang emosional dan seksual. Seorang wanita yang telah menikah, memiliki 4 orang anak, yang tinggal di sisi lain dari negara ini di pinggiran kota New York. 18 bulan dari pekerjaan PALSU. Bertahun-tahun mengonsumsi obat-obatan dan alkohol. 18 bulan meninggalkan saya dan anak-anak untuk sebuah perselingkuhan dan sebuah pekerjaan PALSU dan konser-konser Furthur.

Saya tidak bisa bernapas. Hidup saya hancur berkeping-keping. Anak-anak sedang tertidur di lantai atas, dan saya yakin teriakan saya bisa terdengar. Ibu mertua yang datang untuk kunjungan darurat atas permintaan saya dua hari yang lalu, sedang berada di dapur. Saya tidak bisa bernapas. Di mana oksigen?

Photo by Ryan Whitlow on Unsplash

Itulah bagaimana rasanya.

Saya tidak pernah mengerti akan kemurkaan. Tapi saya merasakan hal tersebut berkembang dalam diri saya. Sekarang saya tahu apa itu murka, saya merasa murka dan saya MURKA! Saya ingin menghancurkan setiap hasil seni dari Jerry Garcia yang ada di dalam rumah dan bingkai kacanya yang hancur berkeping-keping di seluruh lantai rumah. Saya teriak dalam bantal seakan-akan saya tidak pernah berteriak sebelumnya. Terus dan terus dan terus.

Saya menjadi gila!

Satu-satunya yang bisa saya gambarkan pada saat itu adalah perasaan buruk saat diberitahu bahwa salah satu dari anak saya menderita kanker. Jika saya diberitahu hal tersebut-saya akan merasa lebih buruk. Tapi pada saat itu, hal itu adalah satu-satunya hal yang bisa saya pikirkan, yang terasa sangat buruk.

Saya keluar dan berjalan menuju dapur dengan wajah sembab yang memerah, dan menangis. Ibunya memeluk saya. Ibunya yang sangat terkejut yang hanya berpikir bahwa putranya tidak pernah salah.

“Tolong berikan dia kesempatan lain”, katanya.

Photo by Ben White on Unsplash

Maaf, apa?

Sial. Sesuatu paling buruk yang telah ia ucapkan. Dia tidak tahu. Dia tidak tahu bagaimana menangani perasaannya. Ayahnya bunuh diri dengan menembakkan kepalanya sendiri saat ia berumur 6 tahun dan berada di rumah. Suaminya mengacau setiap saat. Dia tidak tahu bagaimana menangani hal ini. Dia tidak bisa menanganinya. Dia tidak bisa mengatasinya. Anaknya tidak bersalah. Salah satu alasan mengapa anaknya sangat gagal. Saya hanya ingin mencoba untuk bernapas. Baru 5 menit yang lalu saya menemukan fakta bahwa selama ini suami saya berselingkuh.

Photo by Kevin Laminto

Sudah, itu semua—sejak saat itu hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelahnya hidup saya berjalan setiap 5 menit sekali. Bukan sehari dalam satu waktu. 5 menit dalam satu waktu. Hanya itu satu-satunya cara saya kembali beroperasi. 5 menit dalam satu waktu.

Saya seperti berjalan melewati neraka.

Dan keluar dari sisi lainnya.

Disadur dari:

https://gloriouspublication.com/how-did-it-feel-to-find-out-my-husband-was-having-an-affair-5e4eee6cbc4c

Sabrina Rizkahil. Punya hobi membaca buku dan imajinasi yang liar.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

3 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago