Dampak Perceraian bagi Anak Perempuan: Apa itu Sleeper Effect?

Siapa sih yang tidak ingin menikah dan hidup bahagia? Pernikahan yang bahagia berdampak baik bagi pasangan maupun anak-anaknya.

Sayangnya, American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa 40-50% pernikahan berakhir dengan perceraian.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa dampak perceraian bagi anak perempuan lebih terasa, lho.

Salah satu dampaknya dikenal dengan sebutan sleeper effect.

Apa sih sleeper effect itu?

Anak perempuan rentan terkena sleeper effect akibat perceraian kedua orangtuanya (Photo by Laura Marques on Unsplash)

Judith Wallerstein, pionir dalam bidang penelitian perceraian, telah meneliti puluhan anak perempuan yang orangtuanya bercerai.

Ternyata, reaksi dampak perceraian bagi anak perempuan tertunda hingga dewasa, lho!

Biasanya mereka menyembunyikan perasaan mereka sehingga terlihat dapat mengatasi masalah dengan cukup baik.

Akan tetapi, ketika mereka dewasa, emosi yang terpendam akan muncul, Dear.

Kenapa sleeper effect hanya dialami oleh anak perempuan?

Perasaan yang lebih peka dan memori yang lebih kuat adalah ciri-ciri anak perempuan (Photo by Javad Allahyari on Unsplash)

Perempuan cenderung lebih sensitif namun pandai menyembunyikan perasaan mereka dibanding laki-laki. Ingatan mereka juga lebih kuat.

Mereka akan tetap mengingat segala kejadian di hidup mereka, baik positif maupun negatif, termasuk tentang perceraian orangtua mereka.

Maka dari itu, sleeper effect cenderung muncul sebagai dampak perceraian bagi anak perempuan.

Timbulnya trust issues juga merupakan dampak perceraian bagi anak perempuan yang kerap terjadi

Takut ditinggalkan adalah dampak perceraian bagi anak perempuan (Photo by Jelleke Vanooteghem on Unsplash)

Saat beranjak dewasa, anak perempuan menjadi lebih rentan terhadap kecemasan dan ketakutan tentang masa depan.

Rasa takut yang telah mereka kubur sejak kecil akan bangkit kembali ketika mereka jatuh cinta.

Tak ayal, mereka pun menjadi sulit untuk percaya dengan pasangan. Mereka berpikir bahwa pada akhirnya mereka akan ditinggalkan juga oleh pasangan mereka seperti apa yang telah terjadi pada orangtuanya.

Bagaimana cara mengatasi dampak perceraian bagi anak perempuan?

(Photo by rawpixel on Unsplash)

  • Co-Parenting. Jagalah hubungan baik dengan mantan pasangan. Bekerja sama dalam mengurus anak dapat membuatnya merasa masih memiliki orang tua yang utuh.

  • Tetap positif. Jangan menjelekkan mantan pasangan di depan anak. Cukup kamu dan mantan pasanganmu yang tahu tentang masalah yang kalian alami. Gambarkanlah citra positif tentang mantan pasangan kepada anak.

  • Beri jeda sebelum menikah lagi. Setelah bercerai, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menikah lagi. Berilah jeda waktu setidaknya empat tahun sebelum kamu memutuskan untuk menikah lagi dengan orang lain.

Dampak perceraian bagi anak perempuan bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi. Kunci dari semuanya adalah dengan menjadi sahabat dan pendengar yang baik bagi anak.

Coba untuk lebih peka terhadap perubahan tingkah laku mereka. Beri perhatian penuh agar mereka tidak merasa sendirian. Semoga berhasil, Dear!

Disadur dari:

  1. https://www.lifezette.com/2016/03/why-daughters-suffer-more-from-divorce/
  2. https://www.huffpost.com/entry/the-sleeper-effect_b_2194798
  3. https://movingpastdivorce.com/2011/11/the-sleeper-effect/

Translated and modified by Lyana Nurtari Putri. Current status: Connected to a free Wi-Fi.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

3 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago