Categories: Fun Fact

Perbedaan Psikolog dan Psikiater? Hmm… Ada yang tahu?

Perbedaan psikolog dan psikiater sering kali tricky ya, Dear. Hal ini dikarenakan mereka sama-sama menangani permasalahan yang berkaitan dengan well-being kliennya. Nah, perbedaan yang nggak banyak diketahui secara pasti ini, bisa merugikan loh seandainya kalian atau orang tersayang salah menemui ahli yang seharusnya. Agar lebih tepat dalam menentukan siapa yang harus ditemui ketika mengalami masalah, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Latar Belakang Pendidikan yang Berbeda

Photo by Vasily Koloda on Unsplash

Dear, tahukah kamu? Psikolog yang boleh menangani klien berasal dari pendidikan Magister Psikologi Klinis dan memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) yang membuktikan bahwa mereka terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Nah, kalau psikiater? Mereka ini berasal dari pendidikan dokter loh, Dear. Setelah mereka mendapat gelar dokter umum, mereka melanjutkan dengan pelatihan residensi selama empat tahun agar mendapatkan gelar spesialis kesehatan jiwa.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater dari segi Penanganan Klien

Photo by rawpixel on Unsplash

Dear, psikolog menangani klien dengan psikoterapi dan fokus pada memperbaiki kesehatan mental melalui intervensi perilaku. Misalnya, mengubah kebiasaan tidur dan makan yang nggak teratur pada klien yang mengalami stres. Sedangkan psikiater sebagai dokter yang terlatih, mereka fokus pada pemberian resep obat yang sesuai dengan kebutuhan kliennya.

Harus menemui Psikolog atau Psikiater?

Photo by Pietro Tebaldi on Unsplash

kalau stres kerja harus ke mana dong?”

“kalau galau putus sama pacar ?”

Nah, Dear, jangan salah yaaaa, untuk permasalahan sehari-hari, kamu bisa menemui psikolog untuk menceritakan masalahmu dan mendapatkan saran/terapi guna mengatasinya. Pergi ke psikolog juga bisa memberikanmu asesmen yang berguna seandainya kamu atau orang tersayang disarankan mendapat penanganan berupa obat dari psikiater.

Pasien yang ditangani psikiater biasanya mengalami gangguan jiwa berat sehingga memperlukan penanganan berupa obat yang bersifat rutin. Tetapi, psikiater dapat juga meresepkan obat untuk klien yang memperlukan penanganan melalui dua pendekatan baik dari psikoterapi sekaligus obat dengan dosis tertentu.

Jangan salah lagi ya Dear, tetap semangat menghadapi permasalahanmu dan stay positive~

Referensi:

  1. https://www.allpsychologyschools.com/psychology/psychology-vs-psychiatry/
  2. http://himpsi.or.id/

Diah Budiarti, ” a wise man once said, if you want to be happy, so be it! “

Tanda Terlalu Lama Tidur: Mudah Lupa Hingga Nambah Berat Badan!

Apa benar, tanda terlalu lama tidur adalah mudah lupa, bahkan berat badan bertambah? Berbaring di kasur, leyeh-leyeh, merupakan kegiatan yang…

10 hours ago

Hari Kesetaraan Sosial Dunia: Menghargai Perspektif Orang Lain!

Selamat Hari Kesetaraan Sosial Dunia, hari di mana semua orang memiliki status yang sama. Ada beberapa situasi untuk menggambarkan apa yang dimaksud kesetaraan, alias…

24 hours ago

7 Akibat Putusnya Perkawinan: Meningkatkan Kesehatan, lho!

Menjalin hubungan rumah tangga pasti memang tidak pernah lepas dari berbagai persoalan yang terkadang justru membawa kalian pada putusnya pernikahan.…

1 day ago

Overthinking? Tidak Bagus untuk Kesehatan Mentalmu!

Berfikir: satu kata yang selalu dilakukan setiap manusia. Tidak ada yang salah dengan berfikir. Itu hal yang bagus untuk dilakukan.…

2 days ago

(FEATURED) Pacar Tidak Kunjung Melamar, Apakah Putus Solusinya?

Bertahun-tahun menjalin hubungan, terkadang tidak sesuai harapan. Misalnya saja kamu ingin A, sedangkan si dia ingin B. Itu baru sekadar…

3 days ago

Jangan Salah Kaprah, Kenali Beda Cinta dan Obsesi Menurut Psikolog!

Setelah selama ini mengaku sedang jatuh cinta, apakah kalian benar-benar sedang jatuh cinta, bukan terobsesi? Apa kalian tahu perbedaan cinta…

5 days ago