Pelan-pelan Menyakitkan? Kenali Jenis-jenis Bullying atau Budaya Intimidasi

Banyak orang beranggapan bahwa bullying hanya terdiri dari intimidasi fisik dan pemanggilan nama. Padahal faktanya ada 6 jenis intimidasi, mulai dari mengecualikan dan menggosipkan orang hingga mengolok-olok ras atau agama. Di sekitar kita sangat mungkin terjadi peristiwa-peristiwa seperti itu, Dear. Yuk simak jenis-jenis bullying di bawah ini!

Tidak sekejam itu…

Illustration by Hugo Lin on Verywell

Setiap interaksi sosial pasti memiliki dampak yang berbeda. Terkadang ada teman atau keluarga yang bersikap berlebihan dan membuat kita merasa terintimidasi. Dihujani kata-kata negatif:

“Kamu kerjanya lelet!”

“Memang kamu tidak bisa diandalkan”

atau dengan pertanyaan retorik yang susah untuk dijawab:

“Kapan nikah?”

“Butuh berapa tahun lagi agar kamu kaya?” dan sebagainya.

Di samping itu ada juga bentuk intimidasi tapi dalam nuansa yang bahagia. Contohnya lemparan telur dan tepung pada orang yang sedang berulang tahun. Satu lagi peristiwa ‘kenalan sepatu baru’  dimana semua menginjak sepatu temannya yang baru beli dari toko agar kompak, sepatunya tidak berkilau sama seperti yang lain.

Semua contoh di atas tergolong dalam bentuk bullying, namun bisa saja memiliki dampak yang positif. Misalnya semakin memotivasi, mengerti ada orang yang peduli dengan ulang tahun kita dan mungkin dianggap sebagai candaan yang biasa. Celakanya, kita tidak mengerti apa yang orang lain pikiran setelah kita melakukan semua hal itu pada mereka.

Penindasan fisik

Intimidasi fisik adalah bentuk intimidasi yang paling jelas. Ini terjadi ketika seseorang menggunakan tindakan fisik untuk mendapatkan kekuatan dan kontrol atas target mereka.

Penindasan fisik sering terjadi pada anak-anak atau pada golongan yang terbiasa melakukan tindak kekerasan. Jika pada anak-anak, pelakunya cenderung lebih besar, lebih kuat, dan lebih agresif daripada rekan-rekan mereka. Sedangkan pada golongan yang lebih dewasa, umumnya pelaku memiliki power atau kedudukan yang tinggi.

Contoh-contoh intimidasi fisik termasuk menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya. Tidak seperti bentuk-bentuk bullying lainnya, intimidasi fisik adalah yang paling mudah diidentifikasi. Buktinya dapat dilacak melalui visum laboratorium dan pada kasus yang parah dapat dilihat langsung dengan kasat mata.

Waspadai ‘gosip’ atau agresi relasional!

Photo by Ben White on Unsplash

Hati-hati dengan yang satu ini, Dear. Karena dampaknya bukan hanya pada diri kita saja, melainkan dapat merembet ke lingkungan luas. Agresi relasional atau gosip ini termasuk upaya untuk mencoba untuk menyakiti orang lain dengan menyabotase status sosial mereka.

Pelakunya sering mengasingkan orang lain dari suatu kelompok, menyebarkan desas-desus, memanipulasi situasi, dan merusak kepercayaan. Tujuan di balik pelaku intimidasi yang agresif adalah meningkatkan kedudukan sosial mereka sendiri dengan mengendalikan atau mengintimidasi orang lain.

Umumnya jenis bullying ini terjadi di kalangan perempuan. Pada kasus tertentu seorang yang gemar melakukan gosip dijuluki ‘frenemies’ alias musuhnya teman-teman. Jadi sebenarnya jenis intimidasi ini dapat menjadi bumerang apabila sudah terbongkar kedoknya.

Meskipun agresi relasional adalah umum di sekolah menengah, ternyata tidak terbatas pada remaja saja. Bahkan, beberapa bos intimidasi dan pengganggu di tempat kerja lainnya juga terlibat dalam agresi relasional.

Verbal bullying

Nah, jenis bullying yang satu ini sering menjadi pro dan kontra karena cukup susah diidentifikasi daripada jenis-jenis bullying lainnya. Pelakunya menggunakan kata-kata, pernyataan, dan pemanggilan nama untuk mendapatkan kekuasaan/kontrol atas target.

Termasuk meremehkan, merendahkan, dan melukai orang lain hanya dengan berbicara. Akibatnya, sering terjadi pertentangan dan adu argumen yang tidak sehat.

Selain itu, banyak orang merasa bahwa hal-hal yang dikatakan tidak berdampak signifikan pada orang lain. Berkata sebelum berpikir, cuek, sikap-sikap ini membuat verbal bullying terkesan sering diabaikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa intimidasi verbal dan pemanggilan nama memiliki konsekuensi serius hingga dapat meninggalkan bekas luka emosional yang dalam.

Cyberbullying

Photo by Kev Costello on Unsplash

Beranjak ke jenis bullying yang ramai diperbincangkan, cyberbullying. Bentuk intimidasi ini dilakukan melalui Internet, smartphone, atau teknologi lainnya untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, atau menargetkan orang lain.

Contoh dari cyberbullying termasuk memposting gambar yang menyakitkan, membuat ancaman online, dan mengirim email atau teks yang menyakitkan. Karena remaja gemar terkoneksi online dan memiliki banyak akun media sosial, cyberbullying adalah masalah yang berkembang di kalangan anak muda. Fenomena ini sering dijumpai karena pelaku intimidasi dapat mengganggu target mereka dengan risiko penangkapan yang jauh lebih kecil.

Cyberbullies sering mengatakan hal-hal yang mereka tidak berani katakan secara langsung. Teknologi membuat mereka merasa anonim, terisolasi dan terlepas dari situasi. Akibatnya, intimidasi online sering kali terlampau kejam dan mengecam.

Cyberbullying terus berkembang dan tidak pernah berakhir. Pengganggu dapat melakukan jenis bullying ini kapan saja dan di mana saja, sering kali dengan aman di rumah mereka sendiri. Akibatnya, konsekuensi dari penindasan cyber sangat signifikan.

Penindasan Seksual

Penindasan seksual terdiri dari tindakan yang berulang, berbahaya, dan memalukan yang menargetkan seseorang secara seksual. Contohnya termasuk pemanggilan nama seksual, komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa izin, dan materi pornografi.

Misalnya, pelaku intimidasi mungkin berkomentar kasar tentang penampilan, daya tarik, perkembangan seksual, atau aktivitas seksual seorang gadis. Dalam kasus-kasus ekstrem, intimidasi seksual membuka pintu bagi serangan seksual.

Perempuan sering menjadi sasaran intimidasi seksual baik oleh laki-laki maupun oleh perempuan lainnya. Seorang yang tidak sopan dan memiliki power atau kedudukan mungkin menyentuhnya dengan tidak tepat, membuat komentar kasar tentang tubuh mereka, atau mengusulkannya. Gadis, di sisi lain, mungkin memanggil nama gadis lain seperti “pelacur” atau “gelandangan,” membuat komentar menghina tentang penampilan atau tubuh mereka, dan terlibat dalam mempermalukan pelacur.

‘Sexting’ atau pesan seksual juga dapat menyebabkan intimidasi seksual. Misalnya, seorang gadis dapat mengirim foto dirinya ke pacar. Ketika mereka putus, dia berbagi foto itu dengan seluruh sekolah. Pada akhirnya, ia menjadi sasaran intimidasi seksual.

Penindasan Prasangka

Photo by Edi Libedisnsky on Unsplash

Penindasan prasangka didasarkan pada prasangka yang dimiliki terhadap orang-orang dari berbagai ras, agama, atau orientasi seksual. Jenis penindasan ini dapat mencakup semua jenis penindasan lainnya termasuk penindasan di dunia maya, penindasan verbal, penindasan relasional, penindasan fisik, dan terkadang penindasan seksual.

Ciri-ciri intimidasi ini terjadi adalah target merupakan orang lain yang berbeda atau lebih minoritas daripada golongan si pengganggu/pelaku.

__

Itulah jenis-jenis bullying yang telah digolongkan sesuai penelitian, Dear. Mari membangun lingkungan yang indah nan menginspirasi tanpa intimidasi.

Untuk para korban bullying, tetap berpikir positif. Mungkin saja pelaku tidak bermaksud sejahat itu. Tetapi apabila sudah melampaui batas dan sulit ditangani, dapat menghubungi psikolog atau pihak yang berwenang.

Disadur dari:

  1. https://www.verywellfamily.com/types-of-bullying-parents-should-know-about-4153882
  2. https://www.ncab.org.au/bullying-advice/bullying-for-parents/types-of-bullying/

Diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Miftakhul Syaifuddin. Seorang yang sering berpikir positif. Ketika menjadi korban bullying, dapat mengubah bully menjadi energy.

Share

Recent Posts

Memanggil Kamu yang Menikah: Hindari 4 Hal Ini dalam Membina Rumah Tangga!

Membina rumah tangga yang akur dan awet hingga masa tua adalah impian banyak orang. Jika kamu ingin mencapainya, mulai sekarang…

12 hours ago

“Meditasi Mengenal Diri”, Tren Baru untuk Mengatasi Stres

Setiap orang pasti memiliki fase dimana ia akan mengalami kecemasan yang luar biasa. Bahkan, seseorang yang terlihat bahagia belum tentu…

2 days ago

Beragam Aksi Caleg Stres Pasca Pemilu: Beneran Ada?

Menjelang pemilihan umum, banyak sekali berita yang mengumumkan bahwa rumah sakit jiwa di berbagai daerah siap menampung calon legislatif (caleg)…

2 days ago

Kekerasan dalam Pacaran: Mengapa Masih Bertahan dengan Pacar yang Kasar?

Setiap hubungan pasti tidak lepas dari perselisihan dan bertengkar dengan pasangan. Tetapi, tidak pernah ada yang membenarkan kekerasan dalam pacaran.…

3 days ago

Gugup, Demam Panggung, Begini Cara Ampuh Mengatasinya!

Bicara tentang demam panggung, tentu setiap orang bisa mengalaminya. Bahkan seseorang yang sudah profesional sekalipun. Lalu, ketika kita menyadari memiliki…

4 days ago

Merasa Di-bully? Cobalah 8 Cara Ampuh Menghadapi Bullying

Pernah menjadi korban bullying? Bullying termasuk bentuk penindasan atau intimidasi yang sering dijumpai dan sering juga diabaikan. Bahkan pada kasus…

4 days ago