Categories: Well-being

Menghargai Diri Sendiri Bisa Buat Kamu Bahagia, lho! Ini Dia 7 Rahasianya

Menghargai diri sendiri terkadang dianggap sebagai perbuatan egois dalam berbagai situasi. Harga diri bisa terangkat apabila kita bisa melayani permintaan…

Menghargai diri sendiri terkadang dianggap sebagai perbuatan egois dalam berbagai situasi. Harga diri bisa terangkat apabila kita bisa melayani permintaan seseorang secara utuh. Usaha dan jerih payah yang kita lakukan baru bisa kita anggap sebagai penghargaan terhadap diri sendiri. Jika kita menolak, maka akan muncul perasaan tidak enak. Jika kita gagal, maka akan muncul perasaan bersalah dan rendah diri karena merasa tidak mampu.

Padahal menghargai diri sendiri adalah salah satu bentuk mencintai diri sendiri, lho Dear.  Apa yang dikehendaki orang lain, deep down bisa jadi bukan kehendak kita juga. Demikian kegagalan kita bukan berarti kita tidak mampu. Meletakkan kehendak diri sendiri dibanding kehendak orang lain bukan perbuatan jahat, Dear. Menghargai proses yang telah kita lalui juga tidak berarti kita mencari excuse atas kesalahan yang kita lakukan. Kita harus belajar peduli pada diri kita sendiri.

Dalam aturan penerbangan, jika terjadi keadaan darurat, maka orang dewasa harus memakai masker terlebih dahulu baru memakaikannya pada anak kecil. Apakah itu berarti kita diajari egois?

Self-respect. (Sumber: https://www.stocksy.com)

No, Dear. Sebelum menolong orang lain, kamu harus sadar dan mampu secara fisik untuk menolong. Pertolongan yang dibutuhkan di sekitar kita tidak hanya fisik namun juga psikis. Untuk itu, kita sendiri perlu ‘menyelamatkan diri’ terlebih dahulu sebelum mendukung seseorang baik secara maupun secara psikis.

Ayo mulai untuk menghargai diri sendiri sebelum kita terus terjebak dalam budaya bahwa membahagiakan orang lain. Ini dia 7 fondasi yang bisa menjadi dasar aksi menghargai diri sendiri!

Berdamailah dengan masa lalu yang telah membentuk kamu sekarang. Yuk menghargai diri sendiri untuk menyongsong masa depan

Your past made you today. Jadi terimalah dirimu di masa lalu..(Sumber: www.pexels.com)

Merasa bersalah dengan masa lalu dan berandai-andai mengenai pilihan yang seharusnya dilakukan di masa lampau tidak akan mengubah sesuatu di masa depan. Jika kita fokus pada masa lalu maka kita akan kehilangan waktu di masa sekarang untuk melakukan sesuatu untuk menyusun rencana masa depan kita. We can learn from our past but we can’t control our past.

Pastikan kamu tetap menghargai diri sendiri di tengah hujan kritik dari orang lain

What they talk about you define theirselves, not you. (Sumber: www.pexels.com)

Still wonder why do people always criticize us? Faktanya, selalu ada kekurangan dari setiap proses yang kita lewati. Hargai orang-orang yang memberi kritik dan saran pada kalian secara personal. Belajarlah menutup telinga pada orang-orang yang memberi kritik dan saran di belakangmu. What they talk about you define theirselves, not you. Kamu harus menghargai diri sendiri dahulu baru orang lain akan menghargaimu, Dear.

Baca Juga: Kenali Self-acceptance dan Terapkan 7 Tips Jitu Ini!

Time heals all wounds. Biarkan waktu menenangkan setiap kegagalan yang kita alami

Time heals everything. (Sumber: www.pexels.com)

Dalam hidup kita harus fokus pada proses, bukan pada pencapaian yang sempurna. Setiap kegagalan yang kita alami, membutuhkan proses healing yang berbeda. Ada yang sebentar, ada pula yang lama. Namun seiring berjalannya waktu, kita pasti bisa menghargai diri sendiri atas keputusan yang telah kita ambil. Ketika kita merasa tidak ada orang yang dapat memahami kita, suatu hari kita akan sadar bahwa waktu telah mendamaikan kita. Kadang kita sudah bisa melewati sebuah masalah dalam diri kita tapi masih butuh waktu untuk kembali menjadi ‘aku yang biasanya’.

Tidak ada seorang pun menjadi alasan dari kebahagianmu. Bahagia adalah sebuah pilihan!

You have control over your own happiness. (Sumber: https://www.sciencenews.org/)

Michelle Obama pernah ditanya apakah ia merasa bahagia menjadi istri seorang presiden. Ia menjawab, “Yang bisa menentukan saya bahagia atau tidak, hanya saya sendiri. Setiap pagi saya memutuskan untuk merasa bahagia.” Kita sering mengatasnamakan kebahagian pada suatu keadaan atau seseorang. Padahal kebahagian sebenarnya muncul dari diri kita sendiri. Yes, Dear, happiness comes from within. Senyum dan tawa bukan berarti bahagia, apakah kamu benar-benar bahagia ketika nonton film baru di bioskop dibanding minum secangkir teh di sofa rumahmu?

Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain. Menghargai diri sendiri berarti sadar tentang keunikan diri

Look yourself as valuable as others. (Sumber: www.pexels.com)

Kita pasti punya teman-teman yang lebih pintar, lebih kreatif, atau lebih cantik. Sadar atau tidak, kita sering membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Padahal, we are unique. Kita memang diciptakan berbeda-beda. Gak kebayang dong kalo seisi dunia ini semua astronom? Terus siapa yang bakal jadi koki? Berhenti menyamakan diri dengan orang lain bisa menjadi langkah awal untuk menghargai diri sendiri.

Overthinking kills everything. Selesaikan masalah yang kamu miliki dengan sederhana Dear!

Stop thinking too much Dear. (Sumber: www.pexels.com)

Kita kadang overthinking dengan konflik yang sedang terjadi di sekitar kita. Padahal seharusnya, konflik tersebut sangat sederhana dan bisa diselesaikan dengan cepat tanpa ribet. Kadang masalah yang kita miliki hanya sebesar buah apel namun karena kita mengupas kulitnya, lalu memotong, perlu waktu yang lama hingga akhirnya kita memakan apel tersebut. Perlu waktu yang lama bukan? Kenapa tidak mencuci sampai bersih lalu langsung dimakan?

Tetap berusaha menghargai diri sendiri di tengah semua masalah. Calm, tidak semua masalah ada dalam hidupmu

Relax, you only have few of millions problems. (Sumber: www.seventeen.com)

Masalah yang terus dipikirkan terkadang membuat kita tidak mampu dan merasa tidak sanggup melewatinya. Tenang Dear! Kita harus sadar bahwa setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda-beda wujudnya. Kita juga meyakinkan diri bahwa kita bisa melewati masalah tersebut. Yuk cerita sama teman di sekitar kamu, mungkin mereka punya struggle yang sama. Mungkin ke orangtua juga karena mereka udah pernah jadi remaja seperti kita sekarang. Kalian juga bisa konseling ke RILIV jika masalah yang kalian merasa masalah ini sangat berat. Psikolog Riliv tidak akan menghakimi dan siap menjadi pendengar setia keluh kesahmu.

You can’t serve from an empty vessel. You have to bloom your own soul. (Sumber: ttps://thoughtcatalog.com/)

Pada akhirnya, menghargai diri sendiri bukan perkara mudah seperti membalik telapak tangan. Diperlukan usaha dan latihan untuk mengubah prasangka bahwa mencintai diri sendiri bukan sesuatu yang egois atau sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Apalagi jika kamu memiliki kepekaan untuk selalu berbuat baik pada orang lain. Ingat bahwa kita tidak memberi jika kita tidak punya apa-apa. Sebelum memberi hal baik pada orang lain, yuk kembangkan jiwa kita sendiri. Self care isn’t selfish Dear. 

Referensi

  1. Covey, S. (1989). The Seven Habits of Highly Effective People. opoyo: Free Press

 

Aurelia Dias, still trying to be fearless in the pursuit of what sets her soul on fire. She likes to have a deep talk with random person through IG especially about healthy life.

Content Writer

Recent Posts

‘Aku gak papa’ tapi Menggurutu? Kenali 6 Kalimat Andalan Orang Pasif Agresif

"Aku gak papa", kata Nisa sambil sesekali menggerutu. Dibalik kata "Oke", kok dia terlihat jutek? Kenapa dia menunjukkan ketidaksenangan atas…

2 weeks ago

4 Drama Tentang Psikologi ini Bisa Mengisi Pengetahuan dan Liburan Kamu

Siapa sih yang gak suka nonton serial drama? Kalau kamu pecinta drama korea, pasti kamu udah biasa untuk nonton drama…

2 weeks ago

Komunitas ABK: #KitaSama untuk Lingkungan yang Lebih Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak anak yang ketika dilahirkan tidak seperti anak kebanyakan. Fungsi dari organ yang mereka miliki tdak berjalan sesuai dengan bagaimana…

3 weeks ago

Gadget Untuk Anak: Umur Berapa Anak Boleh Punya Gadget?

Memberikan gadget untuk anak sejak usia dini merupakan salah satu polemik bagi orangtua jaman milenial. Pemandangan handphone untuk menenangkan anak…

4 weeks ago

Hear Me, Feel Me – Mengungkap Cinta Tanpa Suara Lewat Seminar Bahasa Isyarat

Tak selamanya tepuk tangan itu gemuruh dan Aku cinta kalian adalah ungkapan yang lantang. Begitulah yang dirasakan seluruh peserta seminar…

4 weeks ago

Kesepian dan Butuh Dukungan? Curhat Sepuasnya dengan Komunitas Kesehatan Jiwa Ini!

Menangani rasa sakit ketika kesehatan jiwa terganggu lebih sulit daripada menangani sakit fisik, karena gangguan kesehatan jiwa menyerang pikiran dan…

4 weeks ago