Categories: Depression

Mengatasi Depresi Berkepanjangan dengan Hal-Hal Ini!

Disebut juga dengan dysthymia atau gangguan dysthymic, gangguan ini merupakan bentuk depresi di tingkat rendah yang bisa diderita seseorang selama bertahun-tahun. Jadi kalau kamu mengenal seseorang yang mengalami depresi berkepanjangan, atau justru jika itu kamu sendiri, Dear, kamu bisa coba mencari tahu cara mengatasi depresi berkepanjangan seperti artikel ini.

Dysthymia adalah depresi yang berlangsung setidaknya dua tahun tanpa remisi substansial. Berbeda dengan depresi clinical, dysthymia tidak menyebabkan seseorang tidak mampu berfungsi secara normal, hanya saja ia mencegah seseorang untuk menikmati banyak hal. Orang dengan dysthymia merasa terus berkecil hati dan dalam keadaan putus asa.

Jadi apa yang bisa dilakukan?

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Biasanya dokter tidak bisa mengenalinya secara langsung, maka banyak dari penderita yang tidak mendapatkan perawatan yang baik. Tapi sekalinya terdiagnosa, orang dengan dysthymia biasanya bisa ditangani dengan terapi psikologis atau psikoterapi dan/atau obat-obatan. Selain itu mengubah gaya hidup juga bisa membantu orang yang mengalami hal ini.

Apa psikoterapi adalah penangangan terbaik?

Photo by Kira auf der Heide on Unsplash

Karena dysthymia berlangsung untuk waktu yang lama, perawatan tanpa obat-obatan memang ideal untuk menangani penderitanya. Pun psikoterapi memiliki berbagai macam bentuk yang bisa dipertimbangkan untuk menyesuaikan dengan penderita. Selain sang terapis harus sabar, tujuan jangka panjang juga harus ditentukan agar bisa membantu penderita untuk kembali mampu berfungsi secara normal. Terapi kognitif, terapi interpersonal, terapi yang berfokus pada solusi, bisa saja dicoba, demikian dengan terapi kelompok dan terapi keluarga.

Baca juga: World Kindness Day: Merekam Jejak Kebaikan Netizen Saat Ini

Bagaimana dengan obat-obatan?

Photo by rawpixel on Unsplash

Banyak penelitian yang menyarankan adanya pemberian antidepresan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh dysthymia, namun karena masih ada penelitian yang menunjukkan tidak adanya perkembangan lebih lanjut dari penggunaan obat tersebut, pro dan kontra masih harus dipertimbangkan dalam konsumsi sehatri-hari.

Baca juga: Gara-Gara Bipolar, Aku Dikucilkan

Alternatif lain untuk mengatasi depresi berkepanjangan

Photo by Yayan Sopian on Unsplash

Selain menanganinya dengan psikoterapi dan obat-obatan, merubah gaya hidup orang yang memiliki dysthymia juga bisa, Dear. Suplemen vitamin yang mengandung vitamin B, potassium, dan zinc mungkin membantu. Atau bisa juga dengan diet sehat seimbang yang baik, atau membuat makanan terlihat dan tercium enak mungkin bisa membangkitkna selera makan. Begitu juga dengan mengurangi konsumsi alcohol, nikotin, dan kafein untuk meningkatkan kesehatan secara fisik dan psikologis. Jangan lupa olahraga yang bisa melepaskan hormon baik seperti endorphin, dan meningkatkan kualitas tidur.

Baca juga: Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik: Sama atau Beda?

Dukungan sosial dari keluarga dan teman

Photo by Aylin Bulek on Unsplash

Bagi sebagian orang, dukungan ini termasuk hal yang sangat membantunya dalam mengatasi depresi berkepanjangan. Namun juga terkadang dukungan dari orang lain bisa lebih mudah diterima, sehingga banyak juga bermunculan dukungan dari kelompok atau komunitas yang bisa membantu orang dalam membagi cerita tentang perasaannya, menemukan teman baru, dan mengembangkan kemampuan mengatasi stress yang baik. Berada dalam sebuah kelompok dysthymia yang dibarengi dengan psikoterapi bisa meningkatkan persentase sembuh.

Meskipun depresi bisa berpengaruh di banyak aspek di dalam kehidupan seseorang, masih banyak orang yang percaya bahwa mereka bisa mengurangi gejala-gejalanya secara mandiri. Dan karena ini, orang dengan dysthymia mungkin tidak sadar kalau gangguan yang mereka miliki sebenarnya bisa ditangani atau mungkin mereka sengaja menghindari perawatannya karena merasa malu atau karena stigma yang ada di masyarakat.  Jadi hubungi dokter atau psikolog kalau gejala yang kamu alami semakin buruk, atau kalau kamu memiliki pikiran untuk bunuh diri atau tentang kematian.

Disadur dari:

  1. https://psychcentral.com/lib/advice-for-coping-with-chronic-depression/

Translated and modified by Sabrina Rizkahil. Find her on instagram: @s.rizkhl

Share

Recent Posts

4 Novel Patah Hati yang Dapat Memotivasi Kamu untuk Bangkit Kembali

Kamu sedang mengalami patah hati akibat putus cinta dan merasa sulit sekali untuk move on? Nah, untuk membantumu melupakan mantan,…

4 hours ago

Waspada! 11 Tanda Bahwa Kamu Memiliki Gangguan OCD

OCD adalah gangguan psikologis yang sering disalah artikan sebagai orang yang sangat menyukai keteraturan atau sangat menyukai kebersihan. Namun kenyataannya…

21 hours ago

Merasa Stres Tak kunjung Usai? Pahami 4 Cara Menghilangkan Stres Berkepanjangan!

Pasti banyak dari kita yang sering merasa stres dengan berbagai macam alasan, baik karena percintaan, karir, atau permasalahan diri yang…

1 day ago

Jenis-Jenis Phobia yang Mungkin Kamu Alami, Ternyata Ada yang Takut Menikah!

Bagi beberapa orang, takut terhadap hal yang irasional atau phobia harus dihadapi sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki ketakutan tertentu pada…

2 days ago

Ingin Awet dengan Pasangan? Ini Cara Menjaga Keharmonisan Hubungan yang Bisa Kamu Terapkan!

Pertengkaran dalam suatu hubungan bukanlah perkara yang mudah untuk diatasi. Banyak hal yang menyebabkan kedua pihak merasa paling benar. Terlebih,…

3 days ago

Mempertahankan Rumah Tangga Tanpa Cinta, Mungkinkah?

Sebagian besar pasangan suami-istri mungkin menganggap tidak lagi ada cinta berarti tidak mungkin bagi sebuah pernikahan untuk tetap berlanjut. Eits…

4 days ago