Kenapa Aku Tidak Bahagia? 3 Penjelasan Psikologis Sulitnya Menerima Diri Sendiri

Kamu berharap kamu tidak bekerja hari itu. Kamu berharap kamu tidak ketinggalan kereta pagi itu. Kamu berharap kamu masih di rumah, memasak pizza atau sekedar tidur. Tapi kamu sekarang berada di kantor, pekerjaan menumpuk, dan bos marah besar hari itu. Kamu terdiam dan berteriak dalam hati, Kenapa aku tidak bahagia?!”

Tidak banyak yang mengetahui bahwa kesedihanmu berasal dari ketidakpuasanmu terhadap dirimu. Berharap menemukan hal baik, sayangnya kamu tidak beruntung untuk itu. Tanpa disadari, permasalahannya adalah pada mindset yang salah. Kamu belum menemukan self-acceptance untukmu.

Mengapa self-acceptance penting untukku?

Sumber: pexels.com

Lingkungan di sekitar kita menuntut standar yang tinggi: performa pekerjaan yang tinggi,  tampilan yang rapi, bukankah begitu, Dear? Tanpa penerimaan diri, kamu akan menilai dirimu berdasarkan tuntutan tersebut. Bakat menulismu seolah hilang karena tetangga rumah mencibir gaji atau pekerjaanmu.

Kalau penerimaan dirimu rendah, kamu cenderung tidak puas. “Kenapa aku tidak bahagia” berkaitan dengan tuntutanmu agar semua sempurna. Kamu tidak bisa menerima kekuranganmu, dan merasa bahwa dunia sangat buruk untukmu. Tidak heran, sering juga muncul kasus kehilangan semangat hidup karena ini, lho! Gawat banget, kan Dear.

Orangtua hanya menyayangi kita bila melakukan hal baik, dan marah ketika kita berperilaku buruk

Sumber: pexels

Penelitian menunjukkan bahwa penyebab kurangnya kepercayaan diri adalah kurangnya empati orangtua dan umpan balik ketika anak berperilaku. Anak tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dia hanya mengenali ‘dimarahi’ dan ‘disayangi’. Anak memahami perilakunya berdasarkan respon dari orang lain. Ketika dewasa, anak pun berusaha mencari feedback positif dari lingkungan. Sayangnya, tuntutan tinggi menyebabkan anak kesulitan mendapatkan ini. Hasilnya? Ketidakbahagiaan yang kerap muncul.

Tuntutan dari lingkungan serta kritik pedas mereka

Sumber: pexels.com

Apa yang kamu rasakan ketika orang mengkritik jaket yang kamu kenakan? Kebanyakan, kita akan berpikir “Pakaianku buruk. Mereka benar.” Kecenderungan yang berlangsung di masyarakat kita adalah bahwa penilaian masyarakat lebih objektif. Kita pun yakin bahwa kritik muncul karena kita tidak memenuhinya. Hal ini berdampak pada hilangnya kepercayaan diri. Padahal, apa yang orang lain nilai buruk belum tentu merugikan kita, lho Dear!

Baca Juga: Trik Ini Membuatmu Lebih Menerima Dirimu Sendiri!

Ideal-self ‘ yang menuntut terlalu banyak jadi alasan “Kenapa aku tidak bahagia?”

Sumber: pexels.com

Ideal self atau diri yang ideal adalah bagaimana kita melihat diri kita sesuai yang diinginkan. Gambaran ini memacu kita untuk meraih kualitas yang diinginkan. Tidak jarang, kita justru terhipnotis bahwa kualitas tersebut sudah ada dan tidak mau menerima kekurangan yang kita miliki. Hal ini menyebabkan munculnya rasa tidak percaya diri serta berbagai kecemasan dan stres. Jangan takut bila kamu berharap bisa menjadi pelukis namun belum bisa menggambar; berlatihlah dan kenali kemampuanmu sesungguhnya.

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk memulai penerimaan diri sendiri. Kamu bisa mulai memahami faktor yang membuatmu tidak bahagia. Gunakan juga untuk memahami dirimu sendiri; kekuatan dan kekuranganmu, itu semua yang membuatmu unik. Jangan takut untuk menjadi dirimu sendiri, nikmati setiap momen yang ada. Yuk mulai menerima diri sendiri!

Referensi

  1. Pillay, S. (2016). Greater Self Acceptance Improves Emotional Well Being. Diakses melalui www.health.harvard.edu
  2. Hagai. (2016). Self Acceptance. Diakses melalui www.positivepsychologymelbourne.com.au
  3. Carson, S. H., & Langer, E. J. (2006). Mindfulness and self-acceptance. Journal of rational-emotive and cognitive-behavior therapy, 24(1), 29-43.

Marine. Seorang introvert yang hobi mengembara di bumi maupun imajinasinya. Bisa diikuti di http://ketukansunyi.blogspot.com


Also published on Medium.

Share

Recent Posts

Cemas itu Bermasalah? Kiat-Kiat Mengatasi Kecemasan yang Bisa Kamu Lakukan

Dear, cemas tentang hal-hal yang umum seperti berbicara di depan publik untuk pertama kali, mau nembak gebetan, atau bertemu calon mertua…

55 mins ago

Feeling hesitate with Online Counseling? Check This Out!

New technology is not easily accepted by the public. Some big innovations like Google, Amazon, or Facebook used to be…

1 day ago

Musik Dapat Membantumu Atasi Rasa Gelisah!

Musik merupakan alat yang sangat ampuh untuk mengatasi rasa gelisah yang sering menghampiri. Kebanyakan orang suka mendengarkan, bermain, atau bahkan…

2 days ago

Mengapa Kita Harus Berterima Kasih Kepada Asian Para Games 2018

Walaupun telah usai, semarak Asian Para Games 2018 masih terasa hingga sekarang. Mengusung tema 'The inspiring spirit and energy of Asia', Asian…

3 days ago

Millenial Wellness Day: Hari Spesial untuk Generasi Spesial

“Tidak ada generasi yang lebih baik generasinya, tidak bisa dihakimi, ada dinamikanya masing-masing.” Itulah sepenggal kalimat dari sambutan yang diberikan…

3 days ago

5 Kemampuan Unik Ini Dimiliki Orang Pendiam!

Kamu seorang Introvert atau Ekstrovert? Pertanyaan yang sulit dijawab bukan? Dipaksa untuk memilih sesuatu yang sudah didefinisikan terlebih dahulu merupakan…

3 days ago