Kenali Self-acceptance dan Terapkan 7 Tips Menerima Diri Sendiri!

Dari skala 1 sampai 10, seberapa bahagia kamu hari ini? Okay, kamu senang karena gebetan mulai mencuri pandang ke arahmu. Oh, atau kamu sedang bersedih karena kamu ketinggalan acara yang kamu tunggu dari minggu lalu? Atau… Kamu biasa saja karena semua hal berjalan sesuai kehendakmu?

Bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu sudah bahagia dengan dirimu sendiri?

Kebahagiaan dimulai dari diri sendiri, bukan yang kamu alami

Sumber: pexels.com

Self acceptance atau penerimaan diri adalah menerima kelemahan dan kelebihan kita. Penerimaan diri yang tinggi membantumu percaya untuk memutuskan sesuatu. Apapun hasilnya, itu adalah hasil dari tindakanmu yang terbaik. Tak perlu takut gagal; menerima kekurangan dan kegagalan berarti siap untuk berubah menjadi lebih baik.

Sayang, belum banyak yang menyadari bahwa selain suasana yang menyenangkan, kebahagiaan bisa diciptakan dengan menerima diri sendiri. Survey University of Hertfordshire menemukan bahwa rata-rata orang menilai kepuasan dirinya pada poin 1-5, dari skala 1-10 lho! Ini membuktikan masih banyak yang belum bisa menerima dirinya sendiri. Padahal, menerima diri sendiri krusial banget buat kamu.

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk memulai penerimaan diri sendiri. Bila kamu merasa kurang bahagia dengan dirimu, silahkan ikuti tips yang Riliv sudah rangkum hanya untukmu:

Baca Juga: Kenapa Aku Tidak Bahagia?

Hentikan penggunaan kata ‘Saya tidak bisa’!

Sumber: pexels.com

Gunakan kata ‘belum bisa’ atau ‘masih belajar’ seperti ‘Saya masih belajar dalam memahami mata kuliah ini’. Kekuranganmu adalah aspek yang masih berkembang, sehingga kamu termotivasi untuk meningkatkannya. Penelitian menunjukkan bahwa kreativitas akan meningkat ketika kata ‘tidak bisa’ diganti dengan ‘masih belajar’. Kamu juga tidak menempatkan dirimu antara ‘Saya pandai matematika’ atau ‘Saya bodoh matematika’ tetapi menerimanya sebagai sesuatu yang harus dipelajari.

Pandang suatu hal dari berbagai perspektif, walau terburuk sekalipun!

Sumber: pexels.com

Ketika bosmu berkata “Kamu bodoh dalam promosi”, bukan berarti hidupmu berakhir. Coba lihat deh, apakah rekanmu berkata kamu pandai dalam presentasi? Bagaimana dengan pujian klien tentang gaya bicara yang santai? Tarik kesimpulan berdasar penilaianmu. Orang lain hanya berbicara dari satu sisi, tapi kamu bisa menerimanya sebagai masukan. Memandang kondisi dari perspektif berbeda mampu menentukan situasi apa yang menguntungkan berdasarkan kekuatan dan kelebihanmu.

Gratitude journal sebagai kunci menerima diri sendiri

Sumber: pexels.com

Ambil secarik kertas, lalu tulis apa kebahagiaan yang kau rasakan hari ini. Lakukan setiap hari. Hal ini melatihmu untuk menerima sisi positif dan meningkatkan rasa bersyukur. Kumpulan kebahagiaan tersebut mampu membantu menerima diri sendiri atas kejadian atau keputusan yang kamu buat.

Tidak hanya itu, menulis diary atau daily journal membantumu menjadi pengamat keseharianmu

Sumber: Unsplash.com

Mengingat yang kamu rasakan hari ini membantu memilih apa yang bisa kamu pelajari hari ini. Selain itu kamu juga lebih peka terhadap lingkungan. Tidak lupa kamu juga bisa menulis dari berbagai perspektif, lho. Kamu pun bisa mengenali sejauh mana dirimu serta proses yang sudah kamu alami. Tentu yang ditulis hal-hal positif atau membangun, ya Dear.

Berbagi pengalaman dengan teman selalu melegakan

Sumber: pexels.com

Jujur saja, kamu takut kekuranganmu membuat teman-temanmu pergi, bukan? Berbagi pengalaman yang sama justru mengurangi ketakutan ini. Kamu akan sadar bahwa mereka memperlakukanmu bukan berdasarkan kekuranganmu, tetapi bagaimana kamu memperlakukan mereka. Sedikit senyuman “Ya, aku juga pernah melakukannya” dari mereka membuatmu lega, lho Dear!

Berkontribusi pada komunitas dan masyarakat

Sumber: pexels.com

Lihat bagaimana reaksi mereka yang sudah kamu bantu. Kamu merasa dirimu berguna dan diterima sehingga membantu menemukan makna menjadi dirimu sendiri. Kamu akan menyadari bahwa banyak orang yang membutuhkan kehadiranmu. Kamu cukup perlu menjadi dirimu sendiri.

Dan yang terakhir, maafkanlah dirimu sendiri

Sumber: pexels.com

Kamu sudah menerima kekuatan dan kelemahanmu. Tapi kamu masih marah mengingat kebodohan kecil di masa lalu. Dear, pahami bahwa kamu tidak bisa mengulang waktu. Maafkanlah apapun yang telah kamu perbuat, dan raihlah tujuan selanjutnya dengan berjuang sebaik-baiknya. Belajar adalah siklus, dan kamu boleh untuk gagal selama kamu sudah berusaha.

Sudah tahu kan pentingnya penerimaan diri sendiri? Yuk mulai menerima diri sendiri agar percaya diri. Jangan khawatir tentang dirimu; kamu adalah pribadi yang unik! Jadi sudah siap untuk PDKT dengan diri sendiri?

Referensi

  1. University of Hertfordshire. (2014). Self-acceptance could be the key to a happier life, yet it’s the happy habit many people practice the least. Diakses melalui www.sciencedaily.com
  2. Tartakovsky, M. (2016). Therapists Spill: 12 Ways to Accept Yourself. Diakses melalui www.psychcentral.com
  3. Pillay, S. (2016). Greater Self Acceptance Improves Emotional Well Being. Diakses melalui www.health.harvard.edu
  4. Hagai. (2016). Self Acceptance. Diakses melalui www.positivepsychologymelbourne.com.au
  5. Carson, S. H., & Langer, E. J. (2006). Mindfulness and self-acceptance. Journal of rational-emotive and cognitive-behavior therapy24(1), 29-43.

Marine. Seorang introvert yang hobi mengembara di bumi maupun imajinasinya. Bisa diikuti di http://ketukansunyi.blogspot.com

admin

Recent Posts

Religiusitas: Kenali Tahapannya, Nomor 6 Hanya 3 Orang yang Berhasil

Agama merupakan bentuk hubungan religiusitas antara individu dengan Tuhan yang ia percaya. Sejauh mana kita memahami Tuhan yang kita percaya,…

22 hours ago

Jenis Meditasi Seperti Apa Sih yang Cocok Untuk Kamu?

Mungkin saat kamu melakukan meditasi, kamu bingung. "Jenis meditasi apa sih yang cocok buat aku?" Nyatanya, tidak ada cara yang…

23 hours ago

Sering Bertengkar dengan Orangtua? Yuk Simak 3 Tips Berdamai Dengan Mereka

Apakah ada diantara anak yang sedang masuk dalam fase remaja tidak pernah bertengkar dengan orangtua? Apakah kalimat, “Dulu waktu jamannya…

2 days ago

Sering Menunda Pekerjaan? Ternyata Cuma Butuh 5 Detik Untuk Menghentikannya!

Hari ini, kamu punya tumpukan tugas yang menggunung. Deadline sudah semakin dekat, namun kamu tidak juga menyelesaikannya. Kamu bingung mana…

3 days ago

Kamu Anak Ke Berapa? Cek Fakta Tentang Kepribadian Menurut Urutan Kelahiran!

Anak pertama atau tertua itu lebih bisa jadi pemimpin, anak tunggal itu pasti manja, anak kedua mah gak pedulian orangnya.…

3 days ago

Anak Sering Bertengkar? Ketahui Fakta Berikut Sebelum Memutuskan untuk Memiliki Banyak Anak

Banyak pasangan suami istri menginginkan untuk memiliki lebih dari 1 anak. Khususnya bagi pasangan suami istri muda, tidak jarang mereka…

3 days ago