Hah, hubungan tidak sehat? Apaan ‘tuh maksudnya?

Tak bisa dipungkiri bila hubungan asmara telah menjadi salah satu aspek dari kehidupan manusia. Idealnya, saat kita memiliki pasangan, tentunya akan terasa menyenangkan karena kita menemukan seseorang yang bisa diajak berbagi.

Namun, tidak jarang beberapa di antara kita justru merasa tidak bahagia, bahkan stres ketika menjalin suatu hubungan. Apa mungkin sedang terjebak dalam hubungan tidak sehat? Mungkinkah itu tanda hubungan harus diakhiri? Apa yang harus dilakukan?

Yuk, simak ulasan tentang hubungan tidak sehat di bawah ini!

Apa yang membedakan hubungan tidak sehat dengan hubungan pada umumnya?

Bukan saling memberi, hubungan tidak sehat justru saling mengambil alih (Photo by Andrik Langfield on Unsplash)

Sejatinya, menjalin hubungan dengan pujaan hati akan membuatmu lebih ceria, semangat, dan lebih positif.

Pasangan yang sesungguhnya akan memperlakukanmu dengan baik tanpa sedikit pun merusak rasa percaya dirimu.

Kalian saling peduli dan memberi dukungan agar sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam sebuah hubungan, tidak seharusnya ada salah satu pihak yang lebih berkuasa.

Namun, yang terjadi pada hubungan tidak sehat adalah sebaliknya. Rasa tidak aman dan tidak nyaman akan muncul di antara kalian. Hubungan seperti ini tidak seharusnya dipertahankan.

Selain itu, sikap egois, ingin mendominasi dan mengontrol pasangan juga akan muncul. Hal-hal inilah yang akan membuatmu terus merasa stres dan tidak sehat secara mental.

Tidak hanya itu, pacar yang kasar juga sangat berbahaya bagi fisik dan mental. Kalian harus tahu bagaimana menghindari kekerasan fisik dalam pacaran!

Tidak harus ke dokter, kamu bisa menguji kesehatan hubunganmu dengan bertanya pada diri sendiri

Tanyakan pada dirimu (Photo by Maranatha Pizzaras on Unsplash)

Hubungan tidak sehat tidak bisa diketahui hanya dalam satu malam. Seringkali, orang yang terlibat di dalamnya tidak sadar karena merasa sudah terbiasa dengan perilaku pasangan.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menanyakan beberapa pertanyaan berikut kepada diri sendiri, untuk mengetahui kesehatan hubunganmu.

  1. Bagaimana perasaanmu saat bersama dengan pasanganmu? Apakah kamu merasa aman?
  2. Apakah kamu merasa tertekan secara emosional saat berinteraksi dengan pasanganmu?
  3. Apakah pasanganmu memanipulasi kamu?
  4. Apakah pasanganmu pernah melakukan sesuatu di luar prinsip moral dan keetisan?
  5. Apakah pasanganmu mempersulit dirimu?

Bertahan atau tinggalkan, pilihan ada di tanganmu

Kesehatan mental tidak boleh dikesampingkan dalam menjalankan suatu hubungan (Photo by rawpixel on Unsplash)

Jika kalian ingin memperbaiki hubungan yang tidak sehat, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Apa kalian bersedia untuk terlibat lebih jauh dalam dampak buruk dihasilkan hubungan tersebut?

Apa kalian bersedia terus menerus merasa cemas, tertekan, dan terganggu demi mempertahankan hubungan tersebut?

Penting bagi kalian untuk memilih di antara dua hal, yaitu menyelamatkan hubungan atau melindungi kesehatan mentalmu.

Karena kamu harus peduli pada kesehatan mentalmu.

Tanyakan pada dirimu, “apa ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikan hubungan agar menjadi sehat seperti sedia kala?

Jika kamu memilih untuk bertahan, kamu mungkin bisa lihat cara-cara ini untuk menjaga keharmonisanmu dengan pasangan, dan menjadikan hubunganmu sehat!

Apapun pilihanmu, pilih dengan bijak ya, Dear. Ingatlah, seharusnya cinta tidak membuat kita kehilangan kedamaian, kegembiraan, dan kebahagiaan yang ada di dalam diri kita.

Referensi:

  1. https://www.psychologytoday.com/ca/blog/towards-recovery/201709/toxic-relationships
  2. http://time.com/5274206/toxic-relationship-signs-help/
  3. https://www.healthscopemag.com/health-scope/toxic-relationships/

Written by Vibi Larassati, to spread the belief of self-love, despite all of this.