Hari Relawan Internasional: Rela Jadi Relawan, Inilah Alasannya!

Siapa yang setuju kalau para relawan itu sangat keren? Saking kerennya, PBB sampai menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Relawan Internasional, lho!

Apa yang para relawan lakukan memang luar biasa. Bagaimana tidak, mereka rela mendedikasikan diri untuk membantu orang lain. Hmm, mengapa bisa demikian, ya? Simak ulasan di bawah ini, yuk!

Ada kalanya, kita lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri

Sometimes, we feel better when we make someone’s life better (Source: Pixabay from Pexels)

Demi menolong orang lain, seorang relawan bisa mengorbankan tenaga, waktu, hingga harta yang ia miliki. Sekilas, hal tersebut kelihatannya merugikan diri sendiri, ya?

Jangan salah, manusia diberkahi kemampuan melakukan tindakan yang nampak bagaikan pengorbanan untuk orang lain, lho.  Perilaku ini disebut dengan altruisme.

Altruisme bukan sekedar menolong saja

You become selfless and feel responsible for others’ happiness! (Source: Rawpiel from Pexels)

Menolong adalah perilaku yang tujuannya untuk menguntungkan orang lain. Altruisme lebih dari sekedar menolong.

Orang yang melakukan perilaku altruisme ingin agar orang lain mendapat keuntungan dari apa yang ia lakukan. Sampai-sampai, kepentingan orang lain lebih penting daripada kepentingannya sendiri. Hmm, seperti yang terlihat pada para relawan, kan?

Empati: sumber energi kebajikan pada setiap orang

It takes effort to clearly understand what someone has gone through in life (Source: Ba Phi from Pexels)

Jika altruisme ibaratnya lampu, empati ini adalah listrik yang membuat lampu tersebut menyala. Yap, empati lah yang memicu kita untuk melakukan tindakan altruisme.

Empati membuat kita mampu membayangkan apa yang orang lain sedang rasakan dan pikirkan. Bahkan, pada tingkat yang tinggi, kita pun dapat turut merasakannya. Rasa inilah yang kemudian mendorong kita untuk mengasihi orang lain, lalu nantinya melakukan sesuatu bagi orang tersebut.

Menjadi relawan adalah resep panjang umur!

Life becomes more meaningful when we create happiness! (Source: Tristan Le from Pexels)

Berbuat kebaikan dan membahagiakan orang dapat mendatangkan perasaan luar biasa. Konon, psychological well-being alias rasa sejahtera secara psikologis dapat meningkat karena ikut kegiatan relawan.

Dalam sebuah artikel dari psychologytoday.com, disebutkan bahwa orang yang pernah menjadi relawan umurnya lebih panjang. Penyebabnya, psychological well being yang tinggi akan meningkatkan kualitas kesehatan individu. Tak heran, kita pun dapat hidup lebih lama!

Hari Relawan Internasional: karena relawan adalah tonggak kemajuan

A little act can unexpectedly give big impact (Source: icono.com from Pexels)

Bukan tanpa alasan kalau PBB menetapkan 5 Desember untuk memperingati Hari Relawan Internasional. Kegiatan volunteering bersumbangsih besar terhadap Sustainable Development Goals, alias cita-cita besar PBB untuk kemaslahatan manusia dan bumi.

Hal ini dikarenakan relawan banyak yang terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan melakukan pemberdayaan. Hasilnya adalah komunitas masyarakat yang lebih kuat, sebagai bekal membangun masyarakat yang maju di masa depan!

Ternyata, kegiatan relawan adalah salah satu perwujudan dari tindakan altruisme. Walaupun banyak berkorban, banyak juga hal yang kita dapatkan dengan menjadi relawan!

Bagi kalian yang telah menjadi relawan, Riliv salut sekali! Kalian sangat menginspirasi Riliv untuk terus berjuang demi memajukan kesejahteraan psikologis teman-teman semua. 😊

Referensi:

  1. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-third-age/201403/5-reasons-why-you-should-volunteer
  2. http://www.un.org/en/events/volunteerday/
  3. Hogg, M.A. & Vaughan, G. M. (2011). Social psychology (6th Edition). Pearson: Essex.

Annisa’i S. N Amalina. In another life, she may be a lazy cat. But in this kind of life, she is just a girl, currently studying psychology and loves to watch cheesy romantic-comedy movies.

Share

Recent Posts

HEAR, HEAR: Job Vacancy and Internship Program on RILIV!

Karena Anda, Riliv Ada. Bergabunglah dengan Kami. Didorong semangat berkarya millennial, kami berambisi untuk menyajikan layanan psikologi online terbaik yang…

4 days ago

6 Cara Mengatasi Takut Ketinggian, Salah Satunya Melalui Virtual Reality!

Acrophobia atau takut terhadap ketinggian sangat umum terjadi, yaitu sekitar 5% dari populasi. Acrophobia cenderung berbahaya karena serangan panik di…

6 days ago

Apakah Mood Swings yang Kamu Alami Merupakan Ciri-Ciri Bipolar? Ini Penjelasannya!

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood swings, yaitu dari fase mania (sangat bahagia) ke fase depresi (sangat…

7 days ago

Cara Mengatasi Depresi Berat yang Dilakukan Pemuda Ini Akan Membuatmu Kagum!

Aku Harry, seorang Event and Community Officer. Walaupun tanganku gemetar dan dadaku terasa berat ketika menulis ini, aku berusaha untuk tetap…

1 week ago

Yuk, Kenali Akibat Stres pada Wanita!

Dear, sadar atau tidak saat ini banyak sekali hal yang bisa membuatmu stres, seperti terjebak macet selama berjam-jam, tugas kuliah…

1 week ago

Putus Cinta? Coba 7 Cara Mengobati Patah Hati yang Disarankan Psikolog Ini!

Putus cinta membuat dunia yang tadinya terasa begitu indah, kini bagaikan lautan hitam yang siap menelanmu. Bagaimana mengatasinya? Seorang psikolog…

2 weeks ago