Hari Kesetaraan Sosial Dunia: Menghargai Perspektif Orang Lain!

Selamat Hari Kesetaraan Sosial Dunia, hari di mana semua orang memiliki status yang sama.

Ada beberapa situasi untuk menggambarkan apa yang dimaksud kesetaraan, alias kesamarataan.

Seperti Pastor dan Ustadz yang berjalan bersama sambil bertukar pikiran. Lalu saat ini, laki-laki dan perempuan pun sama-sama bisa menjadi pimpinan. Komunitas anak-anak muda internasional yang selalu berkontribusi untuk lingkungan sekitar juga semakin banyak.

Meskipun perbedaan kepribadian, latar belakang, dan perspektif kerap mengarah pada konflik. Tapi, pada Hari Kesetaraan Sosial Dunia ini, kita bisa turut andil untuk meraih kesetaraan sosial dengan cara-cara sederhana. Apa saja, sih?

Semakin beragam orang-orang yang kita temui, semakin terbuka pemahaman kita terhadap dunia

Tidak perlu membuktikan siapa yang terbaik, karena kita semua orang baik (Photo by rawpixel on Unsplash)

Baik kamu introvert maupun ekstrovert, Bertemu dengan orang baru dan saling berbagi kisah membuat kita paham terhadap pilihan-pilihan yang ia ambil dalam hidupnya.

Ketika seseorang dari Jawa mengira orang Batak tidak sopan karena berbicara lantang, ketika bertemu ternyata tidak juga.

Justru, saat kumpul bersama, suasana menjadi lebih seru. Tidak ada yang perlu dihakimi, karena kita hanya berbeda latar belakang, tapi tetap satu Indonesia.

Memperingati Hari Kesetaraan Sosial Dunia dapat dimulai dengan menyadari bahwa kebaikan itu selalu diajarkan pada setiap orang.

Namun, terkadang asumsi pribadi kerap meracuni diri untuk menghakimi orang lain.

Berteman dengan orang-orang yang memiliki latar belakang, kepercayaan, dan budaya yang berbeda akan membuka pandangan kita terhadap dunia.

Membaca akan selalu menambah wawasan tentang apa yang sedang terjadi di dunia

Baca bukumu, buka jendelamu! (Photo by Roman Kraft on Unsplash)

Seperti yang kamu lakukan sekarang, membaca untuk mendapat suatu informasi juga merupakan cara sederhana untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia.

Membaca membuatmu mengerti bahwa masih banyak kesenjangan sosial yang terjadi. Bagaimana perseteruan semakin marak di media sosial karena orang-orang terlalu sibuk menghakimi.

Konflik yang menjurus ke kekerasan fisik pun tidak jarang terjadi, sehingga membawa kerugian tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

Memang tidak semua orang terbiasa membaca, tapi tidak ada ruginya untuk memanfaatkan kecanggihan dunia digital.

Media lokal hingga internasional telah memaksimalkan platform digital mereka. Berita terkini pun bisa didapat secara real-time di mana saja dan kapan saja.

Jadi, rayakan Hari Kesetaraan Sosial Dunia dengan mulai membiasakan diri untuk membaca, yuk!

Karena dunia akan selalu berubah, begitu juga dengan apa yang terjadi di setiap harinya.

Hari Kesetaraan Sosial Dunia adalah waktu yang tepat untuk bergabung dengan komunitas pejuang kesetaraan sosial

Menjadi sukarelawan untuk mengasah kepedulian (Photo by rawpixel on Unsplash)

Perubahan yang selalu terjadi, jelas tidak mengijinkan kita untuk hanya berdiam diri menunggu tercapainya kesetaraan sosial.

Begitu pula dengan menyalahkan pihak-pihak yang harusnya bertanggung jawab terhadap kesetaraan sosial yang tidak memberi solusi, tapi justru menghakimi.

Selagi bisa dan ada kesempatan untuk berkontribusi langsung, kenapa kita tidak coba lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain?

Menjadi sukarelawan hingga gabung di komunitas adalah jawaban untuk kamu yang ingin berkontribusi langsung dalam mencapai kesetaraan sosial. Ada Hari Relawan Internasional untuk mengapresiasi kerja keras para relawan, lho!

Kita bisa menjadi tenaga pengajar di rural area agar kesetaraan dalam bidang pendidikan tercapai. Atau mungkin melibatkan tenaga profesional untuk memfasilitasi diskusi anak-anak muda yang peduli terhadap kesetaraan sosial.

Merayakan Hari Kesetaraan Sosial dunia bisa dimulai dengan membuka diri dan pikiran untuk memahami perbedaan. Tidak lupa untuk tetap memiliki self-acceptance ya pada dirimu sendiri.

Kontribusi juga akan selalu dibutuhkan untuk orang-orang di luar sana yang membutuhkan. Kecil atau besar bantuan kita akan sangat berarti.

Berhenti menghakimi dan mulailah menghargai perbedaan. Karena dunia tidak hanya tentang kita!

    Referensi:

    1. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=14&jd=Peringatan+Hari+Keadilan+Sosial+Sedunia&dn=20090223170302
    2. http://www.satuharapan.com/read-detail/read/hari-keadilan-sosial-pbb-dorong-masyarakat-internasional-dobrak-ketidaksetaraan
    3. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesetaraan_sosial

    Ditulis oleh Maulfa Putri, yang percaya kesetaraan sosial selalu bisa kita raih kapanpun dan dimanapun.

    Share

    Recent Posts

    Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

    Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

    3 hours ago

    Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

    Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

    8 hours ago

    (FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

    Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

    8 hours ago

    Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

    Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

    1 day ago

    Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

    Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

    1 day ago

    Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

    Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

    2 days ago