4 Pemicu Kehancuran Hubungan dan 4 Cara Mengatasinya

Menikah dan menua bersama pasangan menjadi goals bagi banyak orang. Salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapainya adalah komunikasi. Komunikasi yang baik, rasa hormat, serta empati terhadap pasangan menghasilkan afeksi yang baik untukmu dan pasangan.

Studi oleh Gottman menyatakan bahwa pasangan yang bahagia memiliki rasio pernyataan positif terhadap pasangan sebesar 5:1 dibandingkan pernyataan negatif. Nah, bagaimana denganmu, Dear? Apakah kamu memiliki pernyataan positif tentang dia lebih banyak atau justru bertengkar tiada henti?

Saat hubunganmu penuh pertengkaran maka coba kamu ingat, mungkin ada yang salah dalam cara komunikasimu dengan pasangan.

Four Horsemen of the Relationship Apocalypse mungkin adalah jawaban atas alasan pertengkaranmu dengan pasangan

Terdapat 4 hal yang buruk yang dapat terjadi dalam hubunganmu dengan pasangan dan menjadi pemicu kehancuran hubungan. Ketika 4 hal ini sering terjadi maka hubunganmu mungkin segera berakhir.

Pemicu Kehancuran Hubungan

Berikut adalah 4 ‘kuda’ yang harus kamu hindari ya, Dear:

  1. Criticism  berisi keluhan atau komplain, menyalahkan pasangan, menyerang pasangan, dan meyebut “kamu selalu ini itu”
  2. Defensiveness termasuk menyerang baik untuk  membela diri dan menghindari tanggungjawab
  3. Contempt terdiri dari permusuhan atau perang kecil, rasa muak, gerakan mata yang sarkas, dan menyebut pasangan dengan nama tertentu
  4. Stonewalling seperti menghindari kontak mata, ingin mengakhiri pembicaraan, dan tidak memperhatikan

Setelah mengetahui apa yang salah, kita juga perlu mencoba memperbaikinya agar lebih berkualitas ya, Dear. Gottman dan koleganya ternyata tidak berhenti pada studi mengenai pemicu kehancuran hubungan. Mereka menyediakan 4 hal yang dapat membantumu lebih harmonis dengan pasanganmu.

Potential Couple-Saving Behaviors adalah jawabanmu untuk mengimbangi para ‘kuda’ yang menyebalkan dalam hubunganmu.

Pemicu Kehancuran Hubungan

Hal ini dapat kamu mulai dengan langkah praktis berikut:

  1. A soft start-up artinya memulai diskusi secara perlahan dan dengan cinta
  2. Turning toward artinya mengahadapi pasangan dengan senyuman dan pelukan
  3. Repairing conversations artinya meminta maaf, tersenyum meski masih ada rasa sakit, dan menggunakan humor
  4. Accepting the influence of one’s partner artinya tidak mendominasi atau menjadi keras kepala, menerima dan mengapresiasi ide dan saran pasangan

Setelah kamu melakukan penyelamatan terhadap pasanganmu maka hubunganmu, jangan berhenti disana, Dear. Lakukan gerakan penyelamatan ini secara konsisten sehingga hubunganmu dengan pasangan makin langgeng ya. Selamat berproses, Dear.

Referensi

  1. Howe, T.R. (2012). Marriages and Families in the 21st Century A Bioecological Approach.  West Sussex: John Wiley & Sons Ltd

Biodata

Penulis adalah perempuan dengan nama lengkap Ariqa Ayni Alfianita Subagiyo yang sedang belajar Psikologi di Universitas Airlangga serta bisa dihubungi di line @ariqa_ayni atau facebook Ariqa Ayni Alfianita atau juga bisa di website resmi Universitas Airlangga di http://ariqa-ayni-fpsi13.web.unair.ac.id/ kemudian untuk chat via email bisa email ke ariqasubagiyo@gmail.com