Categories: Social Life

Dikhianati Teman: Maafkan atau Tinggalkan?

Dalam berteman, kamu harus bisa memilih mana teman yang toxic, mana yang baik. Namun, sebaik apa pun hubungan pertemanan atau persahabatan, dengan laki-laki maupun perempuan, kamu pasti pernah merasa dikecewakan, bukan? Baik karena ekspektasi yang tidak sesuai, maupun karena dikhianati teman sendiri.

Hal sepele juga bisa menjadi alasan kekecewaanmu, seperti mendadak membatalkan janji, hingga ketahuan membocorkan rahasiamu ke orang lain. Ketahuilah, semakin erat suatu hubungan, semakin besar rasa kecewamu setelah dikhianati teman. Terlebih, saat kamu merasa tidak sanggup untuk memberi maaf padanya.

Tenang, Dear! Beberapa tips dari para ahli akan membantumu untuk move on dari rasa kecewa dan menyembuhkan hati karena teman yang pengkhianat. Penasaran?

Tidak ada yang lebih baik dari menjadi pendengar yang baik

Walaupun sulit, cobalah untuk mengajaknya bicara (Photo by Andrea Tummons on Unsplash)

Ada berbagai macam kemungkinan masalah yang menjadi penyebab teman berkhianat. Bisa karena iri, salah paham, dan lain sebagainya.

Menurut psikolog bernama Dr. Emily Brake, jika kamu tidak segera menyelesaikan masalah dengan temanmu, risiko terjadinya kejadian yang sama akan semakin besar dan rasa kecewamu semakin menjadi.

Mungkin saja telah terjadi kesalahpahaman di antara kalian. Bahkan, bisa jadi temanmu tidak menyadari bahwa ia telah membuatmu kecewa.

Teman maupun sahabat yang mengkhianatimu akan coba menjelaskan alasannya, dan bukan berarti kamu harus menutup telingamu dari segala penjelasan mengapa ia melakukan hal tersebut.

Ingat, Dear, semua orang pernah melakukan kesalahan.Tak ada ruginya untuk mengajaknya bicara.

Dikhianati teman memang membuatmu kecewa, tapi cobalah untuk mengendalikan diri

Pikirkan keputusanmu dengan baik (Photo by Frank McKenna on Unsplash)

Setelah membicarakan semuanya dengan temanmu, kalian berhak menentukan langkah selanjutnya. Jika pertemananmu layak untuk dipertahankan, lanjutkan.

Sebaliknya, bila pengkhianatan tersebut bertentangan dengan prinsipmu, maka kamu memiliki hak untuk menyudahinya.

Menurut Dr. Esther Kalaba, seorang psikoterapis, mengendalikan emosi justru akan membuat rasa kecewamu perlahan sirna.

Kamu mungkin tidak bisa serta-merta melupakan ingatan tentang dikhianati teman. Namun, dengan mengontrol emosi, kamu akan terhindar dari efek negatif yang akan mempengaruhi hubungan dan aspek hidupmu yang lainnya.

Semuanya sudah clear, sekarang move on, yuk!

Bangkit dari kekecewaanmu! (Photo by Neko Tai on Unsplash)

Sudahkah temanmu menyadari dalamnya rasa sakit hatimu dan menunjukkan rasa penyesalannya? Apakah dia menghargai ucapanmu dan memahaminya?

Nah, kini kamu harus bersiap untuk perubahan dalam hubungan pertemananmu sebagai hasil dari percakapan kalian.

Mungkin rasa percayamu memudar dan kamu tidak bisa berbagi cerita lagi dengannya seperti dulu.

Untuk kebaikan bersama, mungkin kamu perlu mengubah ekspektasimu padanya agar bisa beranjak dari rasa kecewa karena dikhianati teman, Dear.

And last but not least… cobalah untuk memaafkannya!

Beri maaf karena semua pernah berbuat salah (Photo by Gabriel Crismariu on Unsplash)

Kamu dan temanmu sudah saling memahami dan ia pun sudah meminta maaf dengan tulus. Inilah saat yang tepat untuk mulai berpikir tentang memaafkannya.

Kamu mungkin masih sangat marah dan terluka, tetapi mencoba memahami bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah akan meredakan amarahmu.

Memberikan maaf tidak hanya mempererat hubungan pertemanan, tetapi juga bisa menjadi sebuah metode untuk menyembuhkan diri sendiri.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa memaafkan dapat mengurangi tekanan darah dan stres setelah dikhianati teman. 5 tips berikut menunjukkan memaafkan dan mengurangi dendam akan membuat kamu lebih bahagia!

Sebaliknya, memendam emosi justru berdampak pada luka di hati yang tak kunjung sembuh dan naiknya tekanan darah.

Nah, Dear! Take your time untuk merenungkan semua yang sudah terjadi. Saat kamu sudah siap, jangan lupa untuk memberikan maafmu kepada dia.

Kamu bisa lega dan hidupmu terbebas dari segala amarah yang terpendam.

“Forgive! Because no one is perfect.”

Disadur dari:

  1. https://www.cbc.ca/life/wellness/how-to-forgive-a-friend-who-has-betrayed-you-1.4795371

Translated by Amanda Permata Imamat Rajani. Aku memaafkan sahabatku yang melecehkanku dan aku tidak berhubungan lagi dengannya.

Tanda Terlalu Lama Tidur: Mudah Lupa Hingga Nambah Berat Badan!

Apa benar, tanda terlalu lama tidur adalah mudah lupa, bahkan berat badan bertambah? Berbaring di kasur, leyeh-leyeh, merupakan kegiatan yang…

10 hours ago

Hari Kesetaraan Sosial Dunia: Menghargai Perspektif Orang Lain!

Selamat Hari Kesetaraan Sosial Dunia, hari di mana semua orang memiliki status yang sama. Ada beberapa situasi untuk menggambarkan apa yang dimaksud kesetaraan, alias…

24 hours ago

7 Akibat Putusnya Perkawinan: Meningkatkan Kesehatan, lho!

Menjalin hubungan rumah tangga pasti memang tidak pernah lepas dari berbagai persoalan yang terkadang justru membawa kalian pada putusnya pernikahan.…

1 day ago

Overthinking? Tidak Bagus untuk Kesehatan Mentalmu!

Berfikir: satu kata yang selalu dilakukan setiap manusia. Tidak ada yang salah dengan berfikir. Itu hal yang bagus untuk dilakukan.…

2 days ago

(FEATURED) Pacar Tidak Kunjung Melamar, Apakah Putus Solusinya?

Bertahun-tahun menjalin hubungan, terkadang tidak sesuai harapan. Misalnya saja kamu ingin A, sedangkan si dia ingin B. Itu baru sekadar…

3 days ago

Jangan Salah Kaprah, Kenali Beda Cinta dan Obsesi Menurut Psikolog!

Setelah selama ini mengaku sedang jatuh cinta, apakah kalian benar-benar sedang jatuh cinta, bukan terobsesi? Apa kalian tahu perbedaan cinta…

5 days ago