Categories: Education Family

Dasar-dasar Parenting: Memberi Pujian pada Anak Tidak Selamanya Membawa Dampak Baik!

Sebagai orang tua tentu menginginkan agar anaknya menjadi anak yang baik, pintar, dan mempunyai masa depan yang jauh lebih baik daripada orang tuanya. Banyak orang tua yang memberi pujian pada anak ketika sang anak melakukan hal yang baik, dengan tujuan agar pujian tersebut dapat menjadi penguat bagi anak untuk berbuat baik lagi kedepannya. Namun tahukah kalian jika memberi pujian pada anak tidak selamanya membawa dampak baik?

Fixed Mindset vs Growth Mindset

Photo from Pexels

Carol Dweck, seorang psikolog sosial dari Stanford University menyatakan bahwa terdapat 2 mindset manusia yang mempengaruhi bagaimana cara kita melihat dunia, yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset. Orang dengan Fixed Mindset percaya bahwa kemampuan mereka adalah bakat yang ada didalam diri mereka. Sedangkan orang dengan Growth Mindset percaya bahwa kemampuan mereka adalah hasil dari proses belajar.

Kedua mindset itu sangat mempengaruhi bagaimana pandangan orang tersebut dalam melihat kesuksesan dan kegagalan. Jika mengalami kegagalan, orang dengan Fixed Mindset percaya bahwa itu karena mereka tidak memiliki kemampuan, dan kegagalan ini akan membuat motivasi mereka menurun sehingga mereka akan takut untuk terus mencoba. Lain halnya orang dengan Growth Mindset, mereka akan melihat kegagalan sebagai sebuah proses belajar, dan kegagalan tidak membuat motivasi mereka menurun.

Memberi pujian pada anak karena kemampuan yang dimilikinya menumbuhkan Fixed Mindset pada anak

Photo by Andrii Nikolaienko from Pexels

Anak merasa bahwa kesuksesan yang mereka dapat karena kemampuan yang mereka miliki, dan kegagalan yang terjadi karena mereka merasa tidak mampu untuk melakukannya. Maka dari itu anak-anak dengan Fixed Mindset akan lebih mudah pantang menyerah.

Baca Juga: Pentingkah Kesehatan Mental Pada Remaja?

Memuji anak karena proses yang mereka lalui dapat menumbuhkan Growth Mindset

Photo by Lukas from Pexels

Anak dengan Growth Mindset menganggap kegagalan yang terjadi adalah sebuah proses belajar, sehingga mereka tidak pantang menyerah dan suka mencoba hal baru. Perlu digaris bawahi bahwa memberi pujian pada anak hanya pada saat anak berhasil melakukan suatu pekerjaan tertentu. Jika anak sedang gagal, tetap dorong anak untuk terus mencapai tujuannya dengan cara-cara lain yang baru.

Referensi

  1. https://www.psychologytoday.com/us/blog/social-influence/201706/want-raise-successful-kids

Wahyuningtyas, a girl who brings book everywhere she go, simply because she has a little problem with her social life. Wanna give some recommendation about interesting book she should read? You can directly message her at instagram: @kartikawe.

Share

Recent Posts

Cemas itu Bermasalah? Kiat-Kiat Mengatasi Kecemasan yang Bisa Kamu Lakukan

Dear, cemas tentang hal-hal yang umum seperti berbicara di depan publik untuk pertama kali, mau nembak gebetan, atau bertemu calon mertua…

56 mins ago

Feeling hesitate with Online Counseling? Check This Out!

New technology is not easily accepted by the public. Some big innovations like Google, Amazon, or Facebook used to be…

1 day ago

Musik Dapat Membantumu Atasi Rasa Gelisah!

Musik merupakan alat yang sangat ampuh untuk mengatasi rasa gelisah yang sering menghampiri. Kebanyakan orang suka mendengarkan, bermain, atau bahkan…

2 days ago

Mengapa Kita Harus Berterima Kasih Kepada Asian Para Games 2018

Walaupun telah usai, semarak Asian Para Games 2018 masih terasa hingga sekarang. Mengusung tema 'The inspiring spirit and energy of Asia', Asian…

3 days ago

Millenial Wellness Day: Hari Spesial untuk Generasi Spesial

“Tidak ada generasi yang lebih baik generasinya, tidak bisa dihakimi, ada dinamikanya masing-masing.” Itulah sepenggal kalimat dari sambutan yang diberikan…

3 days ago

5 Kemampuan Unik Ini Dimiliki Orang Pendiam!

Kamu seorang Introvert atau Ekstrovert? Pertanyaan yang sulit dijawab bukan? Dipaksa untuk memilih sesuatu yang sudah didefinisikan terlebih dahulu merupakan…

3 days ago