Categories: Bipolar Your Story

Inilah Cerita Saya dengan Gangguan Bipolar

Banyak orang yang berpikir gangguan bipolar hanyalah perubahan mood dari yang sangat rendah sampai sangat tinggi. Sebenarnya, bipolar lebih dari itu. Saat berada di fase manic, seseorang bisa mengalami delusi dan halusinasi. Saat berada di fase yang depresif, seseorang bisa menjadi mudah lupa dan tidak pasti akan segalanya.

Gangguan bipolar tidak sesederhana “hari ini aku senang, besok aku sedih”

Photo by Morgan Basham on Unsplash

Saya adalah orang yang emosional, dan punya perasaan yang kuat terhadap banyak hal. Selama saya remaja hingga menjadi seorang mahasiswa, saya jarang mengalami rasa cemas atau insomnia, atau masalah serius lainnya.

Bayangkan kamu mabuk, tanpa alkohol

Photo by xandtor on Unsplash

Di tahun terakhir saya sebagai mahasiswa, fase mania menyerang. Realita berubah. Saya selalu memiliki jutaan ide dan pikiran yang selalu ingin saya ungkapkan. Memakai pakaian dengan warna yang terang, saya merasa sangat percaya diri. Menganggap bodoh siapapun yang tidak memahami pikiran ‘genius’ saya.

Tanpa disadari, itulah episode yang sedang saya alami

Photo by Abigail Faith on Unsplash

Saya kehilangan rasionalitas saya, kehilangan koneksi dengan tubuh saya sendiri. Saya tidak bisa tidur atau makan. Saya bisa berubah dari perasaan takut ke perasaan agresif. Tapi saya merasa baik-baik saja. Sampai akhirnya saya dirawat di rumah sakit.

Perubahan dari fase mania terasa sangat berat dan membingungkan

Photo by Ben White on Unsplash

Saya baru sadar apa yang terjadi dan meminta maaf mengenai apa yang sudah terjadi yang sebenarnya tidak saya ingat telah saya lakukan atau katakan. Butuh beberapa bulan untuk kembali ke diri saya yang lama.

Secara perlahan depresi memasuki pikiran saya

Photo by Ali Yahya on Unsplash

Saya merasa gelisah, dan tidak berharga. Sebuah beban bagi orang-orang di sekitar saya. Konsentrasi saya terganggu, saya menjadi pelupa, dan sulit dalam memutuskan sesuatu. Pikiran bunuh diri terus terngiang di pikiran saya. Saya hanya ingin tidur dan tidak terbangun lagi.

Dua hal ini terjadi dalam kurun waktu satu tahun

Photo by Nigel Tadyanehondo on Unsplash

Teman-teman dekat dan keluarga mendampingi saya selama semua hal itu terjadi. Saat saya merasa menjadi sebuah beban, mereka bilang kalau mereka menyayangi saya apapun yang terjadi. Mereka akan menemani tanpa menghakimi saya. Universitas telah membolehkan saya untuk mengulang mata kuliah yang telah saya tinggal.

Dukungan tanpa menghakimi seperti ini yang memiliki efek kuat

Photo by sydney Rae on Unsplash

Dengan bantuan dari perawatan yang saya jalani, saya mampu kembali menjalani kehidupan saya dengan baik dan mandiri, yang tentu saja saya syukuri. Meskipun saya kehilangan beberapa “teman” yang menghakimi saya sebelumnya. tapi setidaknya sekarang saya tidak merasa malu akan hal yang bukan kesalahan saya. Jika episode ini muncul kembali, sekarang saya tahu siapa yang bisa saya andalkan.

Disadur dari:

  1. https://www.time-to-change.org.uk/blog/living-bipolar

Translated by Sabrina Rizkahil Fatonah.

Kamu juga bisa menuliskan pengalamanmu tentang kesehatan mental. Kirim dengan format .doc/Word ke story@riliv.co dan kami akan mempublikasikan artikelmu setelah melalui proses penyuntingan. Identitas dapat dirahasiakan.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

2 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago