Wow, Kisah 3 Wanita Sakit Hati Ini Akan Membantumu Belajar Move On!

Dear, pernahkah kamu merasa sakit hati? Jika iya, kamu tidak sendiri karena 3 wanita ini juga pernah mengalami berbagai peristiwa menyakitkan dan berhasil melewatinya. Simak kisahnya dan cari pembelajaran dari mereka, yuk!

Bertemu dengan Meli Berends, wanita sakit hati yang berjuang melawan kanker payudara dan menghadapi kematian ibunya

(Photo from Now to Love)

Tahun 2009, Meli Berends divonis menderita kanker payudara. Pada saat itu, ibunya—Tomi—juga mengalami kanker ovarium yang parah.

Saat menjalani proses pengobatan, sang ibu meninggal dunia. Meli juga kehilangan ovarium dan tuba falopinya.

Namun, Meli menolak putus asa. Begitu pula dengan orang-orang di sekitarnya. Keluarga Meli membantu mengurus Eli, anaknya.

Sementara teman-temannya membantu menjawab telepon dan membalas pesan singkat. Bahkan salah satu teman mengatur pemotretan sebelum operasi.

Diakui oleh Meli, Yayasan Kanker banyak memberikan dukungan untuknya.

Dia dan Eli pindah ke Palmerston Utara setelah proses pengobatan selesai. Meli juga memilih untuk menekuni fotografi yang sudah lama ia minati.

Dengan dukungan anak dan suami barunya, Meli bukan wanita sakit hati yang menyerah begitu saja. Dia berhasil bangkit dan memotivasimu!

Kegagalan jantung membuatnya terpuruk, tapi Laree Anderson berhasil melewatinya.

(Photo from Now to Love)

Rencana hiking di Nepal terpaksa Laree batalkan sebab dokter menemukan bahwa ia mengalami hypertrophic cardiomyopathy di usia 27 tahun. Laree harus menggunakan alat bantu di dadanya.

Yang paling menyakitkan hati, Laree tidak boleh hamil karena kondisi jantung yang tidak memungkinkan.

Kegagalan jantung sempat membuat Laree menjadi seorang wanita sakit hati. Namun, Laree kemudian bertemu dengan Kevin yang menerimanya apa adanya.

Setelah menikah, mereka memutuskan untuk memiliki anak melalui program bayi tabung.

Dukungan datang tiada henti, termasuk dari teman dan anggota keluarga yang membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, sebab kondisi Laree yang semakin memburuk memaksanya untuk banyak menghabiskan waktu di atas ranjang.

Perjuangan Laree berbuah manis. Bulan Oktober tahun lalu, seorang wanita mendonorkan jantungnya.

Sekarang, Laree dapat berlari dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan semangat yang luar biasa.

Kehilangan kekasih tentu saja berat, namun Vania Bailey berhasil melaluinya.

(Photo from Now to Love)

Tahun lalu, Nic Magdalinos meninggalkan kekasihnya, Vania Bailey, untuk selama-lamanya. Banyak hal menyenangkan yang terjadi selama dua belas tahun hubungan mereka.

Oleh karena itu, kematian Nic sama sekali bukan hal yang mudah bagi Vania.

Salah satu hal yang membantu Vania untuk kembali bangkit adalah pertemuannya dengan agama Budha dan konsep kintsugi.

Kintsugi adalah proses memperbaiki keramik yang retak atau pecah menggunakan emas, sehingga keramik menjadi lebih indah dan kuat.

Konsep tersebut mendorongnya untuk tidak serta-merta berlari dari kesedihan, namun justru menghadapi dan mengatasinya.

Vania menyibukkan diri dengan bekerja dan mengurus anaknya, Akura. Ketika terpuruk, Vania memilih untuk naik kuda atau membagi kesedihannya melalui media sosial.

Seiring waktu, wanita sakit hati ini berhasil mengubah duka menjadi sesuatu yang membuatnya bertambah kuat.


Yang paling penting, jangan pernah menyerah. Sakit hati akan membuatmu menjadi sosok yang lebih kuat daripada sebelumnya.

“Kesedihan itu menarik. Kamu bisa sakit, kekurangan nutrisi, sulit untuk tidur. Kamu perlu belajar untuk bersandar padanya, untuk mencintai dirimu lagi, dan menyayangi dirimu seutuhnya. Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan itu untukmu—kamu harus melakukannya sendiri dan itu adalah hal yang paling sulit. Kamu perlu belajar untuk bangkit kembali. Seperti Kintsugi, dengan emas. Akan selalu ada emas.” —Vania Bailey

Disadur dari:

  1. https://www.nowtolove.co.nz/health/mind/womens-stories-of-heartbreak-resilience-and-kindness-of-strangers-39881

Dia percaya Kintsugi tidak hanya berlaku untuk keramik, namun juga untuk manusia. Dia bernama Nidia Amalia.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

2 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago