Categories: Depression

Tak Selalu Buruk, Media Sosial sebagai Salah Satu Cara Mengobati Depresi!

Bila media sosial dikaitkan dengan depresi, sebagian besar dari kita pasti akan menganggapnya sebagai salah satu pemicu depresi. Padahal, media sosial juga bisa menjadi cara mengobati depresi, lho! Mulai dari memudahkanmu berinteraksi dengan orang lain yang mungkin mengalami hal yang sama sepertimu, hingga memberikan layanan konseling hanya untukmu. Menarik bukan?

Ruang untuk berbagi cerita

Provide spaces for sharing (Photo by Bewakoof.com Official on Unsplash)

Saat depresi, kamu mungkin menemukan kesulitan untuk terbuka tentang keadaanmu. Kamu merasa orang lain tidak akan mengerti apa yang sedang kamu rasakan, atau bahkan kamu takut mereka akan menganggapmu berlebihan lalu menghakimimu. Pada akhirnya, kamu memilih untuk menyimpan dan menjalani semuanya sendiri.

Dear, kamu tidak perlu lagi memaksakan diri untuk menanggung semua bebanmu sendiri. Cobalah untuk menceritakan keadaanmu pada orang lain. Kamu bisa menceritakan tentang depresimu di media sosial. Jika kamu masih ragu untuk bercerita dengan namamu terpampang di dalamnya, fitur anonim dan pengaturan nama pengguna adalah solusi bagimu untuk bebas bercerita.

Keampuhan media sosial sebagai cara mengobati depresi terbukti pada Geraldine Walsh yang bercerita di media sosial tentang depresi pasca melahirkan yang dialaminya. Berkat respon positif dari para pengguna lain, ia pun akhirnya berani untuk menjadi lebih terbuka pada keluarga dan orang-orang terdekatnya karena ia tahu masih banyak orang yang mau mendengarkannya dan senantiasa memberikan dukungan untuknya.

Berjumpa dengan orang-orang yang memahamimu sebagai cara mengobati depresi

Encounter your comrade-in-arms (Photo by Duy Pham on Unsplash)

Pernahkah kamu merasa seolah hanya kamu sendiri yang mengalami semuanya? Merasa tidak ada orang lain yang akan mengerti keadaanmu karena mereka tidak pernah mengalami depresi seperti yang terjadi padamu? Padahal yang paling kamu inginkan adalah saling bertukar cerita dengan mereka yang juga sedang bergelut dengan depresi.

Jangan khawatir! Media sosial hadir sebagai cara mengobati depresi. Dengan adanya hashtag atau tanda pagar untuk menemukan orang-orang yang juga sedang mengalami depresi. Bila kamu merasa ingin memulai obrolan dengan orang tersebut, cukup follow atau ikuti akun orang tersebut dan kamu bisa mulai bertukar kisah!

Komunitas yang kamu cari sedang menantimu di media sosial

Join in a community (Photo by tribesh kayastha on Unsplash)

Saat ini banyak sekali komunitas yang gencar membuat kampanye tentang kesehatan mental, termasuk depresi yang  senantiasa memberi dukungan terhadap penderitanya dalam bentuk motivasi maupun informasi. Contohnya di Twitter ada Into The Light yang berupaya untuk membantu remaja dalam menghadapi berbagai persoalan terkait kesehatan mental. Ada pula Indonesia Mental Health Care Indonesia yang tidak pernah lelah mengedukasi masyarakat luas tentang masalah psikologis dan kesehatan mental.

Kamu bisa bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan dirimu, terutama yang bisa membantumu mengatasi depresi. Dengan bergabung bersama komunitas, kamu akan mendapat informasi, motivasi, dan cara mengobati depresi yang rutin mereka bagikan melalui media sosial untuk mendukungmu dan teman-teman yang juga sedang berjuang.

Fitur “Can we help?” siap membantu!

Facebook’s help for mental health issues (Captured from Facebook)

Peran media sosial sebagai cara mengobati depresi juga ditunjukkan melalui kepeduliannya dalam memberi bantuan dan dukungan untuk penggunanya. Facebook misalnya, jika kamu menuliskan kata “depression”, maka yang muncul pertama kali adalah pertanyaan “Apa yang bisa kami bantu?”. Lalu, kamu akan disuguhkan dengan berbagai fitur yang merupakan cara mengobati depresi, seperti fitur bercerita kepada teman, layanan konseling dengan psikolog, atau berbagai tips dan motivasi yang bisa menambah semangatmu untuk bebas dari depresi.

Segala sesuatu tentu memiliki sisi positif dan negatif. Seperti media sosial, yang mungkin bisa menyebabkan depresi, ternyata juga dapat menjadi cara mengobati depresi. Bukan tak mungkin jika melalui media sosial, stigma tentang gangguan kesehatan mental di masyarakat juga dapat dihapus karena pengguna media sosial yang tersebar di seluruh dunia dan berasal dari berbagai latar belakang. Jadi, semua tergantung bagaimana kita memanfaatkan yang baik dan membuang yang buruk ya, Dear.

Disadur dari:

  1. https://www.independent.co.uk/voices/social-media-twitter-mental-health-sharing-community-depression-anxiety-a8192726.html
  2. https://www.facebook.com/

Translated and modified by Isti Zharfiesyah Putri. Someone who is always craving for a scoop of vanilla ice cream.

Share

Recent Posts

Memanggil Kamu yang Menikah: Hindari 4 Hal Ini dalam Membina Rumah Tangga!

Membina rumah tangga yang akur dan awet hingga masa tua adalah impian banyak orang. Jika kamu ingin mencapainya, mulai sekarang…

12 hours ago

“Meditasi Mengenal Diri”, Tren Baru untuk Mengatasi Stres

Setiap orang pasti memiliki fase dimana ia akan mengalami kecemasan yang luar biasa. Bahkan, seseorang yang terlihat bahagia belum tentu…

2 days ago

Beragam Aksi Caleg Stres Pasca Pemilu: Beneran Ada?

Menjelang pemilihan umum, banyak sekali berita yang mengumumkan bahwa rumah sakit jiwa di berbagai daerah siap menampung calon legislatif (caleg)…

2 days ago

Kekerasan dalam Pacaran: Mengapa Masih Bertahan dengan Pacar yang Kasar?

Setiap hubungan pasti tidak lepas dari perselisihan dan bertengkar dengan pasangan. Tetapi, tidak pernah ada yang membenarkan kekerasan dalam pacaran.…

3 days ago

Gugup, Demam Panggung, Begini Cara Ampuh Mengatasinya!

Bicara tentang demam panggung, tentu setiap orang bisa mengalaminya. Bahkan seseorang yang sudah profesional sekalipun. Lalu, ketika kita menyadari memiliki…

4 days ago

Merasa Di-bully? Cobalah 8 Cara Ampuh Menghadapi Bullying

Pernah menjadi korban bullying? Bullying termasuk bentuk penindasan atau intimidasi yang sering dijumpai dan sering juga diabaikan. Bahkan pada kasus…

4 days ago