Categories: Family Parenting

Hindari 4 Cara Mendidik Anak Remaja Zaman Now Ini!

Remaja merupakan sosok yang sedang dalam masa pencarian identitas. Mereka mulai suka menghabiskan waktu bukan dengan keluarga, sehingga dibutuhkan cara mendidik anak remaja yang tepat sasaran.

Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menjadi orang dewasa yang dimulai pada usia 10-12 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun.

Dalam proses menuju dewasa, peranan orang tua amatlah penting. Namun kenyataannya, tidaklah mudah bagi orang tua dalam membimbing, mengawasi sekaligus menjadi ‘teman’.

Berikut beberapa kesalahan pada cara mendidik anak remaja zaman now yang salah dan perlu dihindari! Check this out!

1. Orangtua terkadang lupa bahwa mereka juga pernah melewati masa itu

Orangtua pun pernah muda (Photo by eye for ebony on Unsplash)

Orangtua cenderung protektif ketika buah hatinya masih dalam masa kanak-kanak. Semua keputusan dibuat oleh orangtua demi kebaikan si anak. Tidak boleh main tanah agar tidak kotor, jangan main hujan supaya tidak sakit.

Namun saat beranjak dewasa, biasanya sang anak ingin diberi kepercayaan dalam memutuskan sesuatu. Seringkali orangtua lupa bahwa semasa remaja, mereka juga tidak suka jika orangtuanya terlalu ikut campur.

Masa remaja adalah masa di mana kita ingin menentukan sendiri ingin mengenakan baju warna apa, makan di mana, atau mengikuti ekstrakurikuler apa.

Nah, sebagai orangtua, biarkan anak belajar dalam mengambil keputusan dan menerima konsekuensi atas jalan yang telah mereka pilih.

Kelak saat dewasa, ia sudah terlatih untuk bertanggung jawab atas pilihan hidupnya.

2. Bukan menggurui, tapi menjadi teman baik adalah cara mendidik anak remaja yang sangat efektif

Menjadi ‘teman’ bagi anak (Photo by Artem Maltsev on Unsplash)

Komunikasi yang baik akan terjalin jika kita memposisikan diri sebagai teman.

Anak remaja butuh untuk didengarkan dan dipahami. Dengan berempati dan berkomunikasi, mereka akan nyaman untuk bercerita pada orangtua saat ada masalah.

Cobalah untuk mencari tahu minat mereka, arahkan pada hal yang positif, baru coba menasehati.

Simak artikel ini untuk mengetahui bagaimana menjadi orang tua sekaligus teman yang baik bagi mereka.

3. Sebagai cerminan dari orangtua, anak tidak harus sama dengan orangtuanya

Biarkan anak menjalani pilihannya asal tidak melanggar nilai apa pun (Photo by diGital Sennin on Unsplash)

Sebagai orangtua, kita harus ingat bahwa anak bukanlah duplikat dari diri kita. Mereka adalah pribadi yang berbeda.

Selama tidak melenceng dari nilai-nilai agama dan keluarga, sebaiknya tidak perlu ambil pusing akan pilihan si anak.

Memberi saran atau perspektif orangtua pada sang anak memang boleh asal tetap menghormati pilihannya.

Alih-alih memusingkan hal kecil, sebaiknya kita waspada terhadap hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai agama, keluarga dan norma hukum, agar anak terhindar dari pengaruh negatif, contohnya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, orang tua harus menjaga kesehatan mental buah hatinya, karena kesehatan mental generasi millenial sama pentingnya dengan kesehatan fisik, Dear.

4. Kesalahan pada cara mendidik anak remaja: Mencontohkan hanya dengan kata-kata, bukan dengan perbuatan

Apa yang orangtua lakukan, anak cenderung mengikuti (Photo by Les Andersen on Unsplash)

Salah satu cara kita untuk belajar adalah dengan meniru. Sikap ini terbentuk sejak usia dini sampai kita dewasa.

Begitu pula dengan cara mendidik anak remaja. Jika ingin anak rajin beribadah, maka lakukan secara rutin dan biarkan mereka melihatnya.

Akan lebih mudah mengajak mereka melakukan sesuatu, jika mereka melihat kita melakukannya terlebih dulu.

Meski semua orangtua pernah melewati masa remaja, mengatasi anak yang sedang puber adalah hal yang berbeda. Ada masa di mana kita akan mengalami tantangan dalam menghadapi mereka. Jangan sampai putus asa dan terbawa emosi, ya, Dear.

Stan Lee pernah memberikan beberapa hal penting yang bisa remaja coba pelajari. Kamu bisa coba berikan artikel ini kepada mereka!

Selain itu, kamu mungkin bisa menenangkan diri sejenak dengan melakukan meditasi yang ada di aplikasi Riliv. Karena meditasi membuat pikiranmu mampu berpikir lebih jernih dalam menghadapi mereka. Selamat mencoba!

Referensi:

  1. id.wikipedia.org/wiki/remaja
  2. https://republika.co.id/berita/humaira/samara/13/12/26/mydugu-5-kesalahan-orang-tua-mendidik-anak-abg-2
  3. https://www.womansday.com/relationships/family-friends/g2936/things-teens-should-know-how-to-do/

Sri Resy Khrisnawati. Having 100 dreams and 1001% faith it will come true before her dying day.

Share

Recent Posts

Memanggil Kamu yang Menikah: Hindari 4 Hal Ini dalam Membina Rumah Tangga!

Membina rumah tangga yang akur dan awet hingga masa tua adalah impian banyak orang. Jika kamu ingin mencapainya, mulai sekarang…

12 hours ago

“Meditasi Mengenal Diri”, Tren Baru untuk Mengatasi Stres

Setiap orang pasti memiliki fase dimana ia akan mengalami kecemasan yang luar biasa. Bahkan, seseorang yang terlihat bahagia belum tentu…

2 days ago

Beragam Aksi Caleg Stres Pasca Pemilu: Beneran Ada?

Menjelang pemilihan umum, banyak sekali berita yang mengumumkan bahwa rumah sakit jiwa di berbagai daerah siap menampung calon legislatif (caleg)…

2 days ago

Kekerasan dalam Pacaran: Mengapa Masih Bertahan dengan Pacar yang Kasar?

Setiap hubungan pasti tidak lepas dari perselisihan dan bertengkar dengan pasangan. Tetapi, tidak pernah ada yang membenarkan kekerasan dalam pacaran.…

3 days ago

Gugup, Demam Panggung, Begini Cara Ampuh Mengatasinya!

Bicara tentang demam panggung, tentu setiap orang bisa mengalaminya. Bahkan seseorang yang sudah profesional sekalipun. Lalu, ketika kita menyadari memiliki…

4 days ago

Merasa Di-bully? Cobalah 8 Cara Ampuh Menghadapi Bullying

Pernah menjadi korban bullying? Bullying termasuk bentuk penindasan atau intimidasi yang sering dijumpai dan sering juga diabaikan. Bahkan pada kasus…

4 days ago