Categories: Family Parenting

Terungkap! Ini 5 Cara Mendidik Anak Balita Yang Wajib Kamu Ikuti!

Suatu hari saat sedang santai dengan suami, saya bertanya, “Sebenernya gimana, ya, pak, cara mendidik anak balita yang baik?” berharap suami punya jawabannya.

Meski sudah memiliki dua anak, sampai sekarang saya masih terus belajar menemukan formula yang tepat dalam mendidik anak.

Sebagai orang tua, tentunya harapan kita pada anak selalu baik. Saya selalu mendoakan anak saya sehat, agamanya baik, sukses dan bahagia hidupnya kelak.

Setelah anak saya lahir, saya mulai mencoba beberapa metode mendidik anak. Beberapa metode yang saya terapkan, tentunya saya sesuaikan dengan nilai yang dianut keluarga kami.

Sayapun mempelajari kapan saat yang tepat memberikan anak saya gadget.

Menjadi orang tua membuat saya banyak belajar. Cara mendidik yang cocok di suatu keluarga, belum tentu cocok dengan keluarga yang lain.

Di bawah ini saya akan membagi beberapa cara mendidik anak usia dini yang mungkin bisa bermanfaat untukmu dan si kecil, ya, Dear!

1. Membaca buku untuk mengasah kemampuan bahasa dan imajinasinya

Berikan narasi untuk mengasah imajinasi (Photo by 和 平 on Unsplash)

Setiap akhir pekan atau sesekali sepulang kantor, saya meluangkan waktu untuk membacakan cerita ke Dega, 3 tahun, dan adiknya yang masih berusia 7 bulan. Kegiatan ini sudah saya mulai sejak Dega masih bayi.

Kami sangat menikmati momen tersebut. Selain menambah kedekatan dengan anak, membaca buku dapat memicu kreativitas mereka.

Dari buku, kita bisa menyisipkan nilai-nilai baik yang ingin kita tanamkan ke anak.

Suatu kali saya mendapati Dega membaca buku yang pernah saya bacakan kepadanya. Dengan lancar, Dega bercerita kepada adiknya. Saya terkejut dengan daya imajinasinya!

Meskipun ia belum bisa membaca, tapi ia berhasil menceritakan sebuah kisah dengan runtut. Tentunya dengan intonasi dan ekspresi yang lucu khas anak-anak.

Betapa hebatnya daya serap anak balita, ya, Dear?

2. Bermain adalah salah satu cara mendidik anak balita agar mau mempelajari sesuatu

Bermain bukan sekadar ‘main-main’ (Photo by Sandy Millar on Unsplash)

“Bu, ayo main mobil pemadam kebakaran!” ajak Dega kepada saya, “Wiu-wiu-wiu.. Mobil pemadam kebakaran kecil ngebut. Awaaas!” serunya.

Saya tersenyum melihat tingkahnya, “Hati-hati ya, mas. Nanti kalau ngebut bisa nabrak, lho. Eh, itu mobil pemadam kebakarannya warna apa sih?” tanya saya, “Kok cuma yang kecil, mobil pemadam yang besar mana?”

“Tenang bu. ‘Kan sudah pake sabuk pengaman.” jawabnya lancar, “Mobil pemadam kebakaran ini warnanya merah. Yang besar lagi parkir di garasi.”

Dear, jangan anggap bahwa bermain itu tidak ada manfaatnya. Untuk anak balita, bermain juga menjadi sarana belajar.

Seperti contoh di atas, sambil bermain Dega juga belajar mengenal warna, ukuran, dan aturan lalu lintas.

3. Ajarkan kesehatan dan kebersihan pada anak balita sejak dini

Kebersihan sebagian dari iman (Photo by Alex on Unsplash)

“Bu, Mas Dega boleh makan coklat lagi nggak?” tanya Dega sambil pasang muka memelas.

“Boleh. Tapi satu potong aja, ya,” kata saya. “Jangan lupa setelah itu gosok gigi, supaya giginya nggak sakit!”

Dear, meskipun tidak mudah untuk menjauhkan anak-anak dari jajanan, tapi usahakan untuk membatasi asupan gula dan junk food, ya.

Kesehatan merupakan investasi yang penting untuk kehidupan anak kita kelak.

Kebersihan diri juga merupakan bagian dari kesehatan. Kebiasaan menggosok gigi, mencuci tangan dan kaki sebelum tidur sebaiknya diterapkan sejak dini, Dear.

4. Batasi gadget, perbanyak aktivitas bersama anak

Ajaklah untuk melakukan aktivitas fisik ketimbang menatap layar ponsel (Photo by Ben Konfrst on Unsplash)

Saat ini rasanya susah sekali memisahkan anak dari gadget. Tapi, bukan berarti tidak bisa, lho.

Sedari kecil, Dega tidak saya biasakan memegang gadget. Hanya saja kalau sedang ke rumah eyangnya, hal itu tidak bisa dihindari karena eyangnya membolehkan Dega bermain gadget. Ada yang punya pengalaman yang sama?

Seringkali aturan di rumah tidak sama dengan aturan di luar rumah. Komunikasikan ini ke ibu, saudara, atau tetangga jika memang ingin konsisten pada aturan yang diberlakukan di rumah.

Sampaikan bahwa gagdet bisa memberi dampak buruk ke anak, seperti malas beraktivitas dan bisa memberi pengaruh negatif pada perilakunya.

Bila perbedaan aturan ini tidak bisa dihindari, tetap dampingi anak dan berikan batasan waktu pada mereka.

5. Sahabat terdekat anak-anak saya adalah saya

Kita adalah teman terdekat anak kita (Photo by Jenn Evelyn-Ann on Unsplash)

Cara mendidik anak balita yang paling saya utamakan, yaitu selain jadi orang tua, saya juga harus menjadi teman yang baik untuknya.

Meski waktu saya terbatas karena saya ibu bekerja, tapi sebisa mungkin saya meluangkan waktu untuk bisa bercengkerama, berinteraksi dengan Dega.

Saya tanya kabarnya hari itu. Senang atau tidak dan apa yang membuatnya merasa demikian. Terkadang jawabannya belum logis. Tapi tak apa. Saya hanya ingin membiasakan anak saya untuk berbagi cerita.

Harapannya, sampai mereka beranjak dewasa, mereka akan menganggap saya sebagai sahabat dekatnya.

Dear, pendidikan anak usia dini sangat penting untuk pembentukan karakter mereka.

Saya pun tahu, pendidikan anak ketika menginjak remaja juga penting.

Bagi saya, mengkonsultasikan cara mendidik anak balita maupun anak remaja yang baik dan benar pada psikolog merupakan salah satu upaya untuk memberikan yang terbaik bagi anak.

Tidak usah bingung karena sekarang ada Riliv. Aplikasi yang menghubungkan kita pada psikolog profesional dan berlisensi melalui media chat, Dear!

Referensi:

  1. https://www.google.com/amp/s/dosenpsikologi.com/cara-mendidik-anak-balita/amp?espv=1
  2. https://www.mother.ly/child/teaching-your-toddler-social-skills-15-steps-to-success

Sri Resy Khrisnawati. Having 100 dreams and 1001% faith it will come true before her dying day.

Share

Recent Posts

Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Mengasuh anak berkebutuhan khusus tidak sama dengan mengasuh anak biasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, dari melakukan deteksi dini…

3 hours ago

Merasa Kesal Diselingkuhi Pria Tercinta? Intip 6 Tips Berikut untuk Mengatasinya!

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kamu sayang. Entah itu teman, keluarga, apalagi pasangan.…

8 hours ago

(FEATURED) Bisakah Aku Bahagia Dengan Diri Sendiri ketika Semesta Tak lagi di sisi?

Berbicara tentang bahagia, akan sangat beragam definisinya bagi setiap manusia. Sebagian saat ini mungkin sedang merasa bahagia, tapi sebagian lain…

8 hours ago

Konsultasi Perceraian, Apa Ini Akhir Cerita Pernikahan Kami?

Waktu terbanyak untuk berpikir tentang kehidupan pribadi, biasanya kuhabiskan di mobil dalam perjalanan pulang dari kantor. Malam itu, pikiranku tertuju…

1 day ago

Pentingnya Kesehatan Mental di Awal Lima Tahun Pernikahan

Kulihat kalendar di depanku. Sehari menjelang ulang tahun pernikahanku dan Mezza. Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Mungkin bagi orang lain…

1 day ago

Kata-Kata Gagal Move On untuk Unggahan Media Sosial-mu!

Ketika kamu sudah merelakannya, dia justru datang menawakan kembali harapan. Memaafkan, melupakan, hingga merelakan seketika seperti terlupakan begitu saja ketika…

2 days ago