fbpx
Spread the love

Beda dengan artikel-artikel Riliv sebelumnya, kali ini aku akan cerita tentang pengalamanku sebagai seorang introvert. Lebih tepatnya aku akan menceritakan cara yang introvert sepertiku lakukan untuk bergaul.

Semakin dewasa, rasanya aku semakin yakin kalau kepribadian introvertku membuatku susah untuk bergaul. Aku merasa tidak nyaman jika harus berada dalam sebuah pesta atau perkumpulan dengan orang banyak.

Alhasil, aku terbiasa menarik diri dari lingkungan sosialku.

Namun, setelah menjadi bagian dari Riliv, aku justru sadar bahwa menjadi seorang introvert tidak membuatku terisolir dari pergaulan. Malah, aku bisa menggunakan keunggulan pribadiku ini untuk membantuku bergaul.

Memiliki opini unik terhadap berbagai hal membuat pendapatku mudah diterima

pandai komunikasi

Sumber gambar: rawpixel dari pexels

Aku senang sekali mempelajari hal-hal baru. Sejak SMP, ketika teman-temanku sibuk membeli baju, sepatu, atau celana baru dari uang sakunya, aku selalu menghabiskan uang sakuku untuk membeli buku baru.

Kebiasaan tersebut membuatku memiliki wawasan yang luas. Wawasan tersebut membantuku melihat suatu persoalan dengan kaca mata yang unik. Orang-orang akhirnya sering menanyakan pendapatku akan berbagai hal.

Perbendaharaan kata yang kumiliki mempermudahku menarik minat khalayak

perbendaharaan bahasa introvert

Sumber gambar: pexels dari pexels

Di antara buku-buku yang kubaca, aku juga membaca novel.

Aku sangat terinspirasi oleh pilihan kata yang digunakan para penulis. Rasanya elok dan menyihirku untuk terus membaca.

Novel-novel yang kubaca lambat laun memperkaya perbendaharaan kataku. Seringkali aku menggunakan kata-kata yang tak banyak diketahui orang untuk menarik perhatian lawan bicara.

Seperti misalnya ketika aku dan anak magang baru Riliv diajak berkeliling kantor, Mas Maxi, CEO Riliv menunjukkan area kantor bernama Renjana.

Ketika ditanya, tak ada seorang pun yang dapat menjawab arti kata tersebut kecuali aku.

Ya aku ngga bermaksud sombong sih, tapi memiliki perbendaharaan kata yang banyak dan menggunakannya dengan tepat membuat orang lain lebih mudah mempercayai pendapatku.

Keterampilan analisis membantuku mencari metode komunikasi terbaik untuk seorang introvert seperti aku

pemikiran analitis introvert

Sumber gambar: rawpixel dari pexels

Aku selalu menggunakan otakku untuk menganalisis berbagai hal. Salah satunya adalah situasi dimana aku menjalin relasi dengan lawan jenis.

Aku selalu menimbang-nimbang kata apa yang baik digunakan dalam suatu situasi dan kata apa yang tidak.

Ketika bergabung di Riliv, aku belajar mengenai prinsip iterasi – menggunakan feedback sebagai modal untuk memperbaiki produk. Prinsip itu aku aplikasikan dalam caraku mendekati perempuan.

Jadi, aku selalu menguji guyonan, gombalan, dan pujian yang kubuat. Kemudian aku analisis reaksi dari perempuan yang kudekati. Ternyata, prinsip ini manjur untuk meningkatkan peluangku mendapatkan cinta perempuan yang aku dambakan.

Aku mendengarkan keluh kesah teman-temanku dengan pikiran terbuka

cara introvert bergaul

Sumber gambar: rawpixel dari pexels

Introvert terkenal sebagai pribadi yang gemar mendengarkan cerita orang lain. Aku pun juga demikian.

Seringkali teman-teman banyak yang mendatangiku karena mereka ingin bercerita mengenai permasalahannya. Karena aku bersedia mendengarkan cerita mereka dengan pikiran terbuka, banyak juga yang mempercayakan rahasia mereka kepadaku.

Caraku bergaul sebagai seorang introvert tentunya tidak otomatis cocok untuk introvert lain. Bisa jadi ada cara-cara lain yang bisa digunakan seorang introvert untuk meningkatkan pergaulannya.

Tapi, ada satu hal yang ingin kugarisbawahi. Menjadi introvert tidak seharusnya membatasi pergaulan seseorang. Kalau kamu seorang introvert, kamu tetap bisa kok memiliki pergaulan yang luas dan tetap menjadi diri kamu sendiri.


Also published on Medium.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *