Categories: Anxiety Phobia

Bukan Phobia Santa Klaus, Ini Pengertian Claustrophobia!

Claustrophobia adalah ketakutan berlebih terhadap ruangan yang kecil/sempit dan kemungkinan untuk nggak bisa keluar dari sana. Ketakutan ini bisa dipicu banyak hal, misalnya elevator yang penuh sesak, ruangan yang nggak ada jendelanya, kamar hotel yang pintu dan jendelanya terkunci, mobil yang kecil, bahkan baju yang kerahnya ketat. Claustrophobia temasuk gangguan kecemasan yang sering kali menyebabkan serangan panik.

Siapa yang Mengalami Claustrophobia?

Photo by Helena Lopes on Unsplash

Studi menemukan sekitar 5-7% populasi dunia menderita claustrophobia akut, tetapi hanya sebagian kecil dari mereka yang menerima perawatan khusus untuk gangguan ini.

Gejalanya apa aja sih?

Photo by Benjamin Balázs on Unsplash

Ada dua macam gejala yang secara umum dimiliki seorang claustrophobic, yakni ketakutan akan pembatasan dan ketakutan mati lemas. Seorang claustrophobic biasanya takut sama setidaknya satu atau lebih dari hal-hal berikut: ruangan sempit, ruangan yang dikunci, alat scanner MRI/CAT, mobil, pesawat, kereta, terowongan, gua bawah air, gudang bawah tanah, elevator, dan gua.

Claustrophobic juga takut sama hal-hal yang remeh seperti takut ngantri di barbershop atau minimarket karena merasa bahwa mereka bakal kekurangan udara!

Baca juga: Jangan Takut Dulu – 9 Karakteristik Psikopat yang Perlu Kamu Tahu!

Apa aja yang bisa bikin kamu jadi seorang Claustrophobic?

Photo by Carlo Villarica on Unsplash

  1. Ada permasalahan di otak kamu, tepatnya di amygdala (bagian otak yang mengatur respon fight-or-flight terhadap suatu rangsangan).
  2. Pengalaman traumatis masa kecil (atau -lebih jarang- pengalaman masa dewasa ), terutama berkaitan dengan terkunci di kotak, lemari, jatuh di kolam yang dalam dan tidak bisa berenang, terpisah dari ortu saat di tempat ramai, ditinggal di dalam mobil, dan pengalaman sejenis lainnya.

Baca juga: Merasa Tidak Nyaman? Ini 12 Ciri-Ciri Orang Iri yang Harus Kamu Ketahui!

Perawatan untuk Penderita Claustrophobia

Photo by rawpixel on Unsplash

Perawatan khusus yang diterima seorang claustrophobic antara lain terapi kognitif (tujuannya adalah mengubah pola pikir penderita agar berkurang ketakutannya), in vivo exposure (penderita dihadapkan pada sumber ketakutannya secara bertahap), dan interoceptive exposure (sensasi internal yang dirasakan penderita coba dihadirkan oleh terapis dalam lingkungan yang tidak sekuat in vivo).

Baca juga: Cara Bergaul yang Baik Agar Terbebas dari Toxic Friendship!

Nah, gimana? Udah tahu kan apa itu claustrophobia dan hal-hal seputar itu? Yap, semoga bisa membantu ya dear dalam memberikan informasi buat kamu dan orang tersayang. Ingat! Kalau merasa dirimu atau orang terdekat mengalami gejala seperti di atas, jangan ragu menghubungi psikolog profesional yaaa~

Referensi:

  1. “Claustrophobia”. Merriam Webster.
  2. Öst, “The Claustrophobia Scale
  3. Choy, Yujuan, Abby J. Fyer, and Josh D. Lipsitz. “Treatment of Specific Phobia in Adults.” Clinical Psychology Review 27.3 (2007): 266–86.
  4. Rachman, “Claustrophobia”, in Phobias: A Handbook of Theory, Research, and Treatment. 168

Diah Budiarti, sedang phobia tugas dan ujian tengah semester.

Tanda Terlalu Lama Tidur: Mudah Lupa Hingga Nambah Berat Badan!

Apa benar, tanda terlalu lama tidur adalah mudah lupa, bahkan berat badan bertambah? Berbaring di kasur, leyeh-leyeh, merupakan kegiatan yang…

10 hours ago

Hari Kesetaraan Sosial Dunia: Menghargai Perspektif Orang Lain!

Selamat Hari Kesetaraan Sosial Dunia, hari di mana semua orang memiliki status yang sama. Ada beberapa situasi untuk menggambarkan apa yang dimaksud kesetaraan, alias…

24 hours ago

7 Akibat Putusnya Perkawinan: Meningkatkan Kesehatan, lho!

Menjalin hubungan rumah tangga pasti memang tidak pernah lepas dari berbagai persoalan yang terkadang justru membawa kalian pada putusnya pernikahan.…

1 day ago

Overthinking? Tidak Bagus untuk Kesehatan Mentalmu!

Berfikir: satu kata yang selalu dilakukan setiap manusia. Tidak ada yang salah dengan berfikir. Itu hal yang bagus untuk dilakukan.…

2 days ago

(FEATURED) Pacar Tidak Kunjung Melamar, Apakah Putus Solusinya?

Bertahun-tahun menjalin hubungan, terkadang tidak sesuai harapan. Misalnya saja kamu ingin A, sedangkan si dia ingin B. Itu baru sekadar…

3 days ago

Jangan Salah Kaprah, Kenali Beda Cinta dan Obsesi Menurut Psikolog!

Setelah selama ini mengaku sedang jatuh cinta, apakah kalian benar-benar sedang jatuh cinta, bukan terobsesi? Apa kalian tahu perbedaan cinta…

5 days ago