Apakah Menangis itu Bermanfaat? Ini Jawaban Psikologi yang Membuatmu Tenang dan Move On

Manfaat menangis via huffingtonpost.com

Siapa yang tidak pernah menangis? Bukankah saat dilahirkan ke dunia semua orang menangis? Bagaimana denganmu, Dear? Apakah kamu orang yang sering menangis? Atau justru kamu sedang menangisi kisah cintamu yang kandas?

Artikel ini akan membeberkan serba-serbi menangis serta dampak menangis secara fisik dan psikologis

Menangis sebagai cara unik dan universal manusia dalam mengekspresikan emosi
dampak menangis secara fisik dan psikologis
Menangis merupakan cara berekspresi manusia

Menangis adalah hal universal dan secara unik menjadi cara manusia mengekspresikan emosi yang dimilikinya. Bayi yang baru lahir berkomunikasi pertama kali dengan menangis atau dalam istilah ilmiah disebut the primal scream. Seiring pertumbuhan manusia mulai menangis disebabkan oleh banyak alasan baik negatif maupun positif.

Alasan positif dibalik tangisan adalah ekspresi kebahagiaan yang teramat seperti dilamar oleh pasangan atau memenangkan sebuah kompetisi yang prestisius. Sedangkan alasan yang bertolak belakang dengan itu adalah rasa sakit, kehilangan, kematian, dan hal yang membuat stres lainnya.

Menangis dapat membantu melepaskan tekanan emosi seperti rasa sakit dan memberikan manfaat untuk kesehatan
dampak menangis secara fisik dan psikologis
Menangis itu baik bagi kesehatan via powerofpositivity.com

Dewasa ini, ada sebuah keyakinan baru bahwa menangis dapat membantu melepaskan tekanan emosi seperti rasa sakit dan  memberikan manfaat untuk kesehatan. Studi menunjukkan bahwa ketika seseorang ditanya mengenai tangisan yang telah terjadi mereka merasa bahwa hal itu memperbaiki mood. Studi lain menunjukkan bahwa menangis akan membuat perasaan lebih baik.

Menangis memang terbukti memberikan dampak positif secara psikologis. Tapi, sebagai catatan, dampak positif ini juga dapat muncul bervariasi pada setiap orang. Hal ini berarti bahwa sangat mungkin dampak yang kamu peroleh akan berbeda dengan orang lain.

Dampak positif dari menangis berupa melepaskan tekanan menyedihkan dapat diperoleh melalui katarsis
dampak menangis secara fisik dan psikologis
Menangis mampu melepaskan stres karena bersifat katarsis

Peneliti menambahkan bahwa dampak positif dari menangis berupa melepaskan tekanan menyedihkan dapat diperoleh melalui katarsis. Katarsis adalah proses dimana individu menuangkan isi hatinya secara bebas sehingga merasa lega. Katarsis dapat kamu lakukan dengan beberapa hal, Dear, seperti curhat kepada orang yang dipercaya, menuliskannya dalam puisi atau lagu bahkan lukisan.

Katarsis dengan berbagi kepada orang lain adalah hal yang patut kamu lakukan. Orang yang menangis dan mendapat dukungan sosial dari orang disekitarnya lebih mudah mendapatkan mood yang lebih baik dibandingkan yang tidak memperoleh dukungan. So, kamu yang sedang menangis dapat berbagi ke orang yang kamu percaya, dan jika ada orang disekitarmu sedang menangis berikan ia dukungan dengan tulus.

Menangis akan membantu melepaskan tekanan fisiologis atau mereduksi rasa sakit
dampak menangis secara fisik dan psikologis
Menangis mampu mereduksi stres via the-cauldron.com

Menangis juga memiliki dampak untuk fisikmu, lho Dear. Menangis akan membantu melepaskan tekanan fisiologis. Artinya dengan menangis akan membantu meluapkan emosi akibat rasa sakit bukan  mereduksi rasa sakit ya, Dear.

Peneliti memang membutuhkan penelitian lebih lanjut agar dapat menjelaskan lebih detail mengenai manfaat menangis. Tapi ada salah satu kutipan menarik dari novelis lama Anita Sari:

“Kalau bisa tersenyum, mengapa menangis?

Tapi, kalau masih mau menangis, menangislah!

Menangis bisa membuat mata lebih jernih dalam melihat.

Tapi, jangan lupa untuk tersenyum, karea senyum membuat tubuh dan pikiran serta jiwa selalu bahagia

Nah, kutipan ini sekaligus mengakhiri artikel tentang menangis ya, Dear. Kamu sudah mengetahui dampak menangis secara fisik dan psikologis. Adalah pilihanmu meneteskan butiran bening bernama air mata atau tidak. Penulis berharap kamu dapat memperoleh kebahagiaan ya. Selamat berproses, Dear.

Referensi

  1. Rottenberg, J., Vingerhoets, A. & Bylsma, L. (2008). Is Crying Beneficial?. Current Directions In Psychological Science Copyright r 2008 Association for Psychological Science Volume 17—Number 6 Page 400-405
  2. Sari, A. (2007). Hatsu Koi (First Love). Solo: Cupid.
  3. Varela, R.P. (2014) Emotional Healing Through Induced Therapeutic Crying. International Journal of Social Science and Humanities Research ISSN 2348-3164 (online) Vol. 2, Issue 4, pp: (10-17), Month: October – December 2014, Available at: www.researchpublish.com Page
  4. Vingerhoets, A. & Bylsma, L. (2007). Crying and Health: Popular and Scientific Conceptions. Psychological Topics 16 (2007), 2, 275-296 Original Scientific article – UDC 159.942.3:613

Biodata

Penulis adalah perempuan penikmat kesedihan yang akrab dipanggil Ariqa. Ariqa kini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Ariqa bisa dihubungi di line @ariqa_ayni atau facebook Ariqa Ayni Alfianita atau juga bisa di website resmi Universitas Airlangga di http://ariqa-ayni-fpsi13.web.unair.ac.id/ kemudian untuk chat via email bisa email ke ariqasubagiyo@gmail.com

 

  • Oktaviana Alfa

    love it, artikelnya menarik 🙂

    • Riliv Story Editor

      Hi Dear, terima kasih atas feedbacknya. Nikmati terus artikel-artikel psikologi terbaru di Rilivstory, ya Dear. Semoga bermanfaat untukmu 🙂