Categories: Uncategorized

‘Aku gak papa’ tapi Menggurutu? Kenali 6 Kalimat Andalan Orang Pasif Agresif

"Aku gak papa", kata Nisa sambil sesekali menggerutu. Dibalik kata "Oke", kok dia terlihat jutek? Kenapa dia menunjukkan ketidaksenangan atas…

“Aku gak papa”, kata Nisa sambil sesekali menggerutu. Dibalik kata “Oke”, kok dia terlihat jutek? Kenapa dia menunjukkan ketidaksenangan atas keputusan ini? Ternyata tersimpan amarah yang berkebalikan dengan semua ide yang telah ia setujui.

Pernah menemui orang seperti itu, Dear? Atau jangan-jangan, kalimat di atas merefleksikan kebiasaanmu? Pasif agresif didefinisikan oleh psikologi sebagai cara yang disengaja untuk mengungkapkan perasaan marah yang tersembunyi. Tujuannya? Menyampaikan amarah secara tersirat. Hal ini terjadi karena seseorang terhambat oleh rasa takut untuk mengungkapkan emosi negatifnya.

Selain kata ‘Aku gak papa’, apalagi kalimat yang kerap dilontarkan para pasif agresif?

‘Aku gak marah’ sudah pasti jadi andalan selain ‘Aku gak papa’

Aku gak keliatan marah kan? (Sumber: https://www.intheblack.com)

Menyangkal perasaan marah menjadi perilaku klasik dari orang pasir agresif. Setiap individu pasif agresif, pasti akan sering mengeluarkan kalimat ini. Walaupun perasaannya sedang penuh amarah dalam hati, ia menyangkal rasa marah tersebut.

‘Ok, terserah kamu aja’ bikin lawan bicara mati gaya!

“Terserah kamu!” (Sumber: Pexels.com)

Individu dengan pasif agresif cenderung merajuk dan menarik diri dari teman bermainnya. Individu yang memiliki karakter pasif agresif mengatakan kalimat ini untuk mengekspresikan kemarahan dan menutup komunikasi.

Baca Juga: Ini Dia Tanda 7 Teman Beracun yang Harus Kamu Waspadai!

‘Lho, aku gak tau kalau hari ini…’ adalah cara terbaik menghindari alias prokras

Si bos berisik banget ngasi tau deadline hari ini. Kan aku gak tau… (Sumber: https://news.efinancialcareers.com)

Dalam sebuah penelitian, individu pasif agresif ternyata adalah tipe prokrastinator. Karakter ini mudah terbaca apabila orang-orang di sekitarnya peka. Jika orang menghindari tugas karena tugas terlalu susah, ia sengaja menunda tugas. Karena ia ingin terlepas dari tugas-tugas yang menjadi bebannya tanpa menolak secara tegas.

Hati-hati kalau dia bilang ‘Aku pikir kamu tahu tentang hal ini lho’

Ih, dia kan harusnya tahu kalau aku gak suka ngerjain statistik. (Sumber: http://www.t-online.de)

Karakter orang pasif agresif juga tidak toleran terhadap adanya kecacatan. Individu dapat mengungkapkan kemarahan secara terselubung sampai tidak akan memperlihatkan informasi yang sebenarnya dibutuhkan bersama. Individu juga akan beranggapan bahwa orang lain terlalu lamban dan mereka juga mengklaim bahwa mereka tidak peduli. Hal ini ia lakukan sembari menikmati kesulitan yang tertangkap raut sedih dari ekspresi lawan bicara.

Tahan kekesalanmu kalau dia bilang ‘Yaelah, kan bercanda doang!’

Dia nangis? Kan aku cuma bercanda. (Sumber: https://www.rvcj.com)

Sarkasme menjadi ciri individu pasif agresif dalam setiap permasalahan. Individu bisa menyusun berbagai macam kata untuk mengekspresikan rasa marah dengan cara yang tegas, diterima oleh banyak orang dan diungkapkan secara tidak langsung.

Waduh, kalau dia bilang ‘Kenapa kamu marah?’ tandanya dia pasif agresif!

Dia marah kenapa sih? (Sumber: https://faktor.mk)

Individu pasif agresif ahli dalam menjaga ketenangan dan berpura-pura kaget ketika lawan bicaranya dirundung oleh permusuhan tidak langsungnya, lalu meledak marah. Faktanya, individu tersebut menikmati kesenangan dengan membuat orang lain kehilangan ketenangannya dan kemudian mempertanyakan reaksi berlebihan yang kamu keluarkan.

Yuk mulai peka dengan bagaimana dirimu memberi solusi masalah dan sikap orang-orang di sekitarmu setelah memberikan persetujuan. Apakah kamu termasuk individu yang suka menggerutu? Atau tiap bertengkar sama pacar selalu muncul drama ‘Aku gak papa kok!’ Berani mengungkapkan sesuatu yang kita rasakan merupakan langkah kecil untuk mengasah keberanian. Buang hal-hal negatif seperti dia tidak mau mendengar atau saranku tidak baik. Buang asumsi-asumsi dari pikiranmu kawan. Kamu tahu kenapa? Karena asumsi itu membunuh dear. Jadi jangan sampai kata-katamu membunuh perasaan orang lain ya Dear.

Referensi

  1. https://www.psychologytoday.com
  2. Nicholas James Long, J. E. (2009). The Angry Smile. …: Life Space Crisis Intervention.

 

Aurelia Dias, still trying to be fearless in the pursuit of what sets her soul on fire. She likes to have a deep talk with random person through IG especially about healthy life.

Content Writer

Share
Published by
Content Writer

Recent Posts

4 Drama Tentang Psikologi ini Bisa Mengisi Pengetahuan dan Liburan Kamu

Siapa sih yang gak suka nonton serial drama? Kalau kamu pecinta drama korea, pasti kamu udah biasa untuk nonton drama…

2 weeks ago

Komunitas ABK: #KitaSama untuk Lingkungan yang Lebih Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak anak yang ketika dilahirkan tidak seperti anak kebanyakan. Fungsi dari organ yang mereka miliki tdak berjalan sesuai dengan bagaimana…

3 weeks ago

Gadget Untuk Anak: Umur Berapa Anak Boleh Punya Gadget?

Memberikan gadget untuk anak sejak usia dini merupakan salah satu polemik bagi orangtua jaman milenial. Pemandangan handphone untuk menenangkan anak…

4 weeks ago

Hear Me, Feel Me – Mengungkap Cinta Tanpa Suara Lewat Seminar Bahasa Isyarat

Tak selamanya tepuk tangan itu gemuruh dan Aku cinta kalian adalah ungkapan yang lantang. Begitulah yang dirasakan seluruh peserta seminar…

4 weeks ago

Menghargai Diri Sendiri Bisa Buat Kamu Bahagia, lho! Ini Dia 7 Rahasianya

Menghargai diri sendiri terkadang dianggap sebagai perbuatan egois dalam berbagai situasi. Harga diri bisa terangkat apabila kita bisa melayani permintaan…

4 weeks ago

Kesepian dan Butuh Dukungan? Curhat Sepuasnya dengan Komunitas Kesehatan Jiwa Ini!

Menangani rasa sakit ketika kesehatan jiwa terganggu lebih sulit daripada menangani sakit fisik, karena gangguan kesehatan jiwa menyerang pikiran dan…

4 weeks ago