5 Akibat Broken Home pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Perceraian memang bukan sesuatu yang baik. Namun mungkin bisa menjadi sebuah keputusan yang telah disepakati bersama untuk kebaikan kedua belah pihak. Ketika perceraian terjadi, anak tentu akan terkena imbasnya. Akibat broken home bisa berbeda-beda pada setiap anak, baik negatif maupun positif. Nah, berikut beberapa akibat positif dan negatif dari perceraian yang akan dihadapi anak!

Anak menjadi tidak mudah percaya pada orang lain

Krisis kepercayaan merupakan akibat broken home pada anak (Photo by Katherine Chase on Unsplash)

Orang tua adalah sosok yang paling dipercaya oleh anak karena senantiasa memberi contoh tentang kebaikan padanya. Ketika mereka memutuskan untuk berpisah, ia merasa tidak ada lagi yang bisa dipercaya di dunia ini.

Krisis kepercayaan adalah akibat broken home yang berpengaruh pada hubungan anak dengan orang lain, seperti dengan pasangannya kelak. Ia akan menganggap bahwa orang tersebut nantinya juga akan membuatnya sedih.

Akibat broken home, menjalin hubungan asmara akan terasa sulit bagi anak

Anak merasa takut kegagalan yang sama akan terulang pada hubungan asmaranya (Photo by Matheus Bertellli on Pexels)

Krisis kepercayaan yang terjadi sebagai akibat broken home, cenderung membuat anak menghindari komitmen, termasuk dalam menjalin hubungan asmara.

Anak akan terus meragukan apakah berhubungan dengan orang lain akan membuatnya bahagia. Ia merasa tidak nyaman karena takut hubungannya juga akan berakhir sama seperti yang dialami oleh kedua orang tuanya.

Pertengkaran orang tua menimbulkan trauma yang berkepanjangan

Anak bisa mengalami trauma terhadap konflik (Photo by Jewsin Thomas on Pexels)

Anak bisa menyadari apapun yang dilakukan oleh orang tuanya, termasuk ketika mereka terlibat pertengkaran. Pada saat tersebut, anak kerap mengalami kecemasan karena menganggap dirinya sebagai penyebab pertengkaran.

Bahkan, konflik di antara orang tua bisa menimbulkan trauma pada anak. Ketika anak ditanya bagaimana ia membedakan pasangan suami-istri, ia akan menjawab “Bila pasangan tersebut bertengkar berarti mereka adalah suami-istri.”

Sifat mandiri lahir karena adanya perubahan

Sifat mandiri muncul sebagai akibat broken home (Photo by Istiaque Emon on Unsplash)

Perceraian membawa banyak perubahan yang harus dihadapi oleh anak. Mulai dari jadwal tinggal bersama ibu atau ayah, kondisi ekonomi yang mungkin memburuk, dan suasana keluarga yang tidak seperti dulu.

Melihat kedua orang tuanya masih mengalami masa sulit pasca cerai, anak hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk menghadapi semuanya. Ia pun terlatih untuk menjadi lebih mandiri.

Perceraian bukan halangan untuk berprestasi

Anak dari keluarga broken home tetap bisa berprestasi (Photo by Emily Ranquist on Pexels)

Perceraian orang tua bagaikan sebuah cobaan bagi anak. Namun faktanya, perceraian justru bisa membuat anak menjadi lebih tegar dan sabar dalam menghadapi berbagai rintangan.

Tak jarang, akibat broken home justru tidak menghalangi anak untuk berprestasi, seperti Reza Rahadian. Perceraian kedua orang tuanya tidak menjadi halangan untuk berprestasi sebagai seorang aktor profesional di Indonesia.

Akibat broken home pada anak hendaknya dipahami sejak dini oleh orang tua, sehingga hal buruk yang mungkin terjadi tidak akan berlanjut hingga ia tumbuh dewasa.

Orang tuanya memang tak lagi bersama seperti dulu, namun perhatian dan kasih sayang yang utuh akan membantu anak untuk tetap bisa menjalani kehidupan dengan penuh rasa bahagia!

Disadur dari:

  1. https://www.psychologytoday.com/us/blog/compassion-matters/201010/how-your-relationship-impacts-your-kids
  2. https://www.babygaga.com/15-negative-ways-kids-from-broken-homes-get-affected/

Translated and modified by Isti Zharfiesyah Putri. Amazed by the reflection of light on a river.

Share

Recent Posts

HEAR, HEAR: Job Vacancy and Internship Program on RILIV!

Karena Anda, Riliv Ada. Bergabunglah dengan Kami. Didorong semangat berkarya millennial, kami berambisi untuk menyajikan layanan psikologi online terbaik yang…

4 days ago

6 Cara Mengatasi Takut Ketinggian, Salah Satunya Melalui Virtual Reality!

Acrophobia atau takut terhadap ketinggian sangat umum terjadi, yaitu sekitar 5% dari populasi. Acrophobia cenderung berbahaya karena serangan panik di…

6 days ago

Apakah Mood Swings yang Kamu Alami Merupakan Ciri-Ciri Bipolar? Ini Penjelasannya!

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood swings, yaitu dari fase mania (sangat bahagia) ke fase depresi (sangat…

7 days ago

Cara Mengatasi Depresi Berat yang Dilakukan Pemuda Ini Akan Membuatmu Kagum!

Aku Harry, seorang Event and Community Officer. Walaupun tanganku gemetar dan dadaku terasa berat ketika menulis ini, aku berusaha untuk tetap…

1 week ago

Hari Relawan Internasional: Rela Jadi Relawan, Inilah Alasannya!

Siapa yang setuju kalau para relawan itu sangat keren? Saking kerennya, PBB sampai menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Relawan…

1 week ago

Yuk, Kenali Akibat Stres pada Wanita!

Dear, sadar atau tidak saat ini banyak sekali hal yang bisa membuatmu stres, seperti terjebak macet selama berjam-jam, tugas kuliah…

1 week ago