5 Hal yang Dapat Membuatmu Bangkit dari Trauma Penyakit Kanker

Selamat Hari KanKekuar Sedunia, Dear. Yap, 4 Februari adalah hari yang diperingati sebagai hari kanker sedunia. 8,2 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya sehingga Hari Kanker Dunia diharapkan menjadi kesempatan yang cocok untuk menyebarluaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker.

Kanker ini tidak dapat dipungkiri merupakan suatu penyakit yang bisa menyerang siapapun. Kanker disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal. Daging yang tumbuh abnormal ini akan memberikan dampak negatif pada tubuh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kanker juga dapat menyebabkan trauma bagi manusia. Diagnosa kanker yang umumnya mendadak akan membuatmu terkejut bahkan panik. Tidak hanya itu, pengobatan kanker seperti operasi, terapi radiasi, terapi hormon akan menjadi sumber tekanan tersendiri bagi fisik maupun psikis. Biaya pengobatanpun seringkali menjadi beban bagi penderita kanker. Pemikiran negatif seperti, “Aku nggak ingin mati muda” atau ”Bisakah aku hidup lebih lama?” atau ”Bagaiamana keluargaku hidup tanpaku?” dan berbagai pemikiran lainnya juga akan sangat menghantui.

Adakah langkah yang dapat dilakukan untuk melalui trauma akibat kanker? Kamu tak perlu khawatir, Dear. Kamu bisa keluar dan menjadi sosok yang lebih tangguh setelah melewati trauma tersebut. Pertumbuhan pascatrauma juga dikenal dengan istilah posttraumatic growth (PTG). Mungkin, banyak yang sudah mengenal posttraumatic stress disorders (PTSD) atau popular disebut trauma, tapi tidak banyak yang tahu bahwa kita bisa tumbuh dari trauma.

Inilah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk bangkit dari trauma:

Menjalin relasi yang baik dengan orang lain agar mampu mendapat dukungan emosional yang membantumu bangkit dari trauma (relationship to other)
bangkit dari trauma
Menjalin relasi yang baik mampu memberikan dukungan emosional positif

Kamu perlu meningkatkan hubungan yang lebih intim dan lebih bermakna dengan orang lain. Hal ini akan membantumu memperoleh dukungan untuk menjalani pengobatan kanker.

Membuat prioritas hidup baru agar kamu bersemangat menjalani kehidupan baru pasca terkena kanker (new possibilities).
bangkit dari trauma
Membuat prioritas baru agar kamu bersemangat menjalani hidup setelah bangkit dari trauma

Kamu dapat mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan baru bagi kehidupanmu yang mungkin akan berubah dengan penyakit kanker yang kamu miliki.

Temukan kekuatan pribadimu yang akan menjadi alasan agar terus bangkit dan berjuang (personal strength)
bangkit dari trauma
Kekuatan pribadimu mampu memberikan semangat berjuang

Manusia pada dasarnya memiliki kekuatan meski dalam kondisi sakit sekalipun. So, kamu  perlu menemukan dan menyadari kekuatan pribadi yang kamu miliki. Kebanyakan penderita kanker akan merasa mereka lebih kuat daripada diri mereka sebelumnya.

Perubahan spiritual (spiritual change) dapat dilakukan agar meningkatkan kekuatan pribadi
bangkit dari trauma
Perubahan spiritual mampu meningkatkan kekuatan pribadimu

Umumnya orang yang  mengalami trauma juga akan mengalami pertumbuhan dalam hal-hal rohani seperti merasa lebih dekat dengan Tuhan. Bahkan dalam proses pengobatannya ritual keagamaan penderita juga dapat meningkat. Hal ini juga akan menguatkan kekuatan pribadi dari penderita sehingga perlahan mampu bangkit dari trauma yang dialami.

Lakukan apresiasi terhadap kehidupanmu (appreciation of life) setiap hari, setiap saat
bangkit dari trauma
Lakukan apresiasi terhadap hidupmu setiap saat

Meski dengan kondisi sakit setidaknya kamu masih memiliki hidup, masih dapat bernafas, masih dapat melihat orang terdekat mendampingi kita disisa waktu yang kita miliki.

Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan.

Begitulah kutipan dari novelis Tere Liye. Kehidupan memang demikian jika ada trauma maka kamu pun juga dapat bangkit dari trauma tersebut.

Nah, bagaimana cukup membantu bukan? Beberapa hal ini juga dapat kamu kalukan sebagai pihak yang dekat dengan penderita kanker, lho. Kamu dapat mendukung mereka, membantu mereka menemukan kekuatan dirinya, membantu mereka untuk terus mensyukuri hidup yang mereka miliki. Terakhir, selamat berproses.

Referensi

  1. About Site Hari Kanker Sedunia. (2016). Hari Kanker Sedunia [on-line]. Diakses pada tanggal 4 Februari 2017 dari http://www.harikankersedunia.com/site/about
  2. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  3. World Health Organization. (2017). Guide to Cancer Early Diagnosis.  Geneva: WHO Library Cataloguing-in-Publication Data
  4. Tedeschi, R. G. & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic Growth: Conceptual Foundations and Empirical Evidence. Psychological Inquiry 2004 Vol 15 No. I, 1-18
  5. Tere-Liye. (2012). Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Jakarta: Republika

 

Tentang Penulis

Penulis adalah perempuan dengan nama lengkap Ariqa Ayni Alfianita Subagiyo yang sedang belajar Psikologi di Universitas Airlangga serta bisa dihubungi di line @ariqa_ayni atau facebook Ariqa Ayni Alfianita atau juga bisa di websiter resmi Universitas Airlangga di http://ariqa-ayni-fpsi13.web.unair.ac.id/ kemudian untuk chat via email bisa email ke ariqasubagiyo@gmail.com