2 Cara untuk Mulai Memaafkan Diri Sendiri!

Apa pun yang pernah anda lakukan di masa lalu yang membuat anda benar-benar merasa bersalah saat ini.

Sangat bersalah hingga membebani anda, membuat gugup, ingin muntah, menyebabkan rasa pahit dan amarah, mempengaruhi hubungan anda dengan orang lain, atau menghambat anda berkembang dan memiliki pengalaman positif –

Well, coba tebak?

Saatnya melepaskan itu semua!

Photo by Hanny Naibaho on Unsplash

Saatnya melanjutkan hidup, bebas, dan melangkah karena anda merasa lebih ringan.

Mengampuni diri sendiri tidak datang dalam semalam, dan mungkin tidak dalam sebulan, tapi jika anda terus berusaha, anda akan mencapainya!

Berikut adalah 2 cara untuk mulai memaafkan diri sendiri:

Diri anda yang dulu berbeda dengan sekarang!

Photo by Niklas Hamann on Unsplash

Dear, anda merasa bersalah akan sesuatu yang anda lakukan di masa lalu, ya kan?

Apa diri anda waktu itu tahu sebanyak sekarang? Apakah orang itu dulu adalah orang yang juga bijaksana, pintar, dewasa, atau sekeren anda sekarang?

Jika dihitung lamanya waktu dan banyaknya pengalaman, mungkin tidak.

Walaupun anda dulu adalah orang yang juga bijaksana, pintar, dewasa, dan sekeren anda sekarang, juga punya otak dan pengalaman hidup yang anda punya saat ini, apa anda pikir anda yang dulu akan membuat pilihan yang sama?

Mungkin tidak.

Jadi santai saja, maafkan diri anda yang dulu karena tidak mengetahui sebanyak sekarang, dan hibur diri anda karena sekarang sudah tahu mana yang salah dan benar.

Perlakukan diri anda sebaik anda memperlakukan orang lain!

Photo by Rosie Fraser on Unsplash

Jika teman anda datang sambil menangis karena sudah menghabiskan tabungan bisnis milik orang tuanya, apa yang akan anda katakan?

“Yah, kamu benar-benar hancur, dan itu semua salahmu”

Melihat situasinya, sepertinya tidak akan (… atau setidaknya, saya harap tidak…)

Anda mungkin akan bersikap lebih baik dan berkata, “Tidak apa. Kamu telah melakukan yang terbaik, lagi pula saat itu kamu kira kamu baru saja memilih pilihan yang bagus. Semuanya akan baik-baik saja.”

Atau mungkin, anda akan memberi beberapa saran untuk membantunya mengganti uang orang tuanya.

Apapun situasinya dan bagaimanapun tanggapannya, saya yakin anda cenderung akan bersikap baik padanya meskipun pada akhirnya anda tetap harus bersikap realistis.

Jadi kalau anda bisa memperlakukan teman anda dengan baik, kenapa tidak ke diri anda sendiri?

Photo by Brad Lloyd on Unsplash

Anda sendiri yang bangun tidur setiap pagi, memastikan anda tidak kelaparan dan diurus secara baik, dan secara keseluruhan, membantu anda untuk beraktivitas setiap harinya.

Anda adalah teman dan pengasuh terbaik bagi anda sendiri

Perlakukan diri anda sendiri layaknya seorang teman, dan jadilah teman yang baik!

Anda tidak akan mengingatkan teman anda tentang kegagalannya di masa lalu secara terus menerus dan membuatnya terpuruk, ya kan? (karena anda akan menjadi teman yang buruk…) jadi jangan lakukan hal yang sama pada diri anda sendiri.

Semua itu ada di masa lalu. Yang bisa anda lakukan untuk memperbaikinya adalah dengan melepaskan dan bebas dari bebannya.

Tingkatkan diri anda di masa sekarang dengan belajar dari kesalahan dari pada tertahan di dalamnya.

Cerita Pribadi dalam Mengatasi Rasa Bersalah

Karena saya sudah memberikan beberapa saran, saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya mengenai rasa bersalah.

Photo by Thành Nguyễn Trung on Unsplash

Bermulai dari ketika saya berumur 2tahun, yang terdengar lucu karena sekarang saya sudah berumur 27 tahun. Sejak saat itu, saya hidup dengan rasa bersalah sampai saya melepaskannya tahun lalu.

Saat saya berumur dua tahun, ayah saya sakit parah. Setiap keluarga saya mengunjunginya di rumah sakit, ibu saya meminta saya untuk berkata “saya mencintaimu” dan memegang tangannya.

Tapi sebagai anak umur dua tahun, saya lebih tertarik dengan Jelly merah yang diberikan rumah sakit, daripada melakukan apa yang disuruh.

Well, saya punya satu memori jelas setelah kunjungan rumah sakit yang menyebabkan saya terus menahan rasa bersalah hampir seumur hidup saya. Saya sedang duduk di kursi tengah mobil Mazda MPV biru 1988 milik ibu saya, lalu berkata pada ibu saya,

Umma*, saya lupa untuk memegang tangan Appa* dan lupa bilang kalau saya mencintainya. Dia berbalik dari kursi pengendara dan bilang pada saya kalau itu tidak apa-apa.

*ibu dan ayah dalam bahasa Korea

Ingatan lain yang saya punya selain itu ketika saya ada di rumah sakit lagi, duduk di ruang tunggu dengan kakak perempuan saya selagi para orang dewasa bersama ayah (sepertinya ia telah meninggal).

Kemudian saya ada di pemakamannya, digendong oleh tante yang terus menangis.

Saya mencintaimu

Hampir seumur hidup saya merasa bersalah karena tidak mengatakan ‘saya mencintaimu’.

Photo by Ryan Whitlow on Unsplash

Saya terlalu keras pada diri saya yang berumur 2 tahun. Jika saya tahu sebanyak sekarang, saya akan menjadi balita paling bijaksana yang ada – hehe.

Kejadian rasa bersalah terjadi lagi saat ibu saya meninggal saat saya berumur 10 tahun. Kali ini, saya bilang padanya ‘saya mencintaimu’ dan memegang tangannya tapi juga mengatakan kalau saya akan bertemu dia lagi besok. Tapi hari esok tidak pernah datang baginya.

Selama bertahun-tahun, saya merasa bersalah karena tidak mengatakan selamat tinggal padanya, tapi bagaimana mungkin saya tahu? Ini juga adalah contoh lain dari ketidaktahuan sebanyak yang saya tahu sekarang, dan belajar untuk tidak terlalu keras pada diri saya yang masih berumur 10 tahun yang tentu saja tidak bisa memprediksi masa depan.

Anyway, saya merasa lebih baik dan telah memaafkan diri saya sendiri atas semua hal ini juga hal lainnya. Sepertinya saya bisa hidup saat ini dan menantikan masa depan.

Saya harap anda bisa menggunakan cara-cara ini untuk memaafkan diri anda sendiri, dan belajar untuk melepaskan masa lalu.

Saya berdoa yang terbaik bagi anda dalam perjalanan ini, yang sudah anda mulai dengan membaca artikel ini! WOO HOO!

Disadur dari:

  1. https://medium.com/the-mission/here-s-two-ways-to-start-forgiving-yourself-7d0e157aeac

Translated by Sabrina Rizkahil. Give her book and she’ll give you the picture. find her on instagram @s.rizkhl

Share

Recent Posts

HEAR, HEAR: Job Vacancy and Internship Program on RILIV!

Karena Anda, Riliv Ada. Bergabunglah dengan Kami. Didorong semangat berkarya millennial, kami berambisi untuk menyajikan layanan psikologi online terbaik yang…

4 days ago

6 Cara Mengatasi Takut Ketinggian, Salah Satunya Melalui Virtual Reality!

Acrophobia atau takut terhadap ketinggian sangat umum terjadi, yaitu sekitar 5% dari populasi. Acrophobia cenderung berbahaya karena serangan panik di…

6 days ago

Apakah Mood Swings yang Kamu Alami Merupakan Ciri-Ciri Bipolar? Ini Penjelasannya!

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood swings, yaitu dari fase mania (sangat bahagia) ke fase depresi (sangat…

7 days ago

Cara Mengatasi Depresi Berat yang Dilakukan Pemuda Ini Akan Membuatmu Kagum!

Aku Harry, seorang Event and Community Officer. Walaupun tanganku gemetar dan dadaku terasa berat ketika menulis ini, aku berusaha untuk tetap…

1 week ago

Hari Relawan Internasional: Rela Jadi Relawan, Inilah Alasannya!

Siapa yang setuju kalau para relawan itu sangat keren? Saking kerennya, PBB sampai menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Relawan…

1 week ago

Yuk, Kenali Akibat Stres pada Wanita!

Dear, sadar atau tidak saat ini banyak sekali hal yang bisa membuatmu stres, seperti terjebak macet selama berjam-jam, tugas kuliah…

1 week ago